Memahami Industri Pertahanan Nasional Dari Seminar ITB Bersama Defend ID

Selasa, 21 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Berbagai inovasi dari hasil riset teknologi menjadi sebuah kebudayaan ilmiah yang kompetitif dan kuat. Hal ini dikemukakan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, I Gede Wenten, M.Sc., di seminar Industri Pertahanan Nasional yang berjudul ‘Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Nasional melalui Optimalisasi Kegiatan Inovasi, Riset, Peningkatan TKDN, dan Pengembangan Berbasis Intangible Assets’, yang digelar di kampus ITB Bandung, Senin (20/11/2023).

“Tantangan dalam inovasi riset dan teknologi adalah riset yang kompetitif. Kita juga jadi tahu bagaimana cara menjadikan suatu riset yang kompetitif dan kuat, yang didukung dari kebudayaan ilmiah yang optimal,” ucap I Gede Wenten.

Diketahui, seminar yang dikerjasamakan antara Pusat Teknologi Pertahanan dan Keamanan ITB dengan Defend ID, PT SDI, dan Gamma Metrics, bertujuan untuk menjelaskan tentang kondisi pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia, yang mencakup kondisi dan tren industri pertahanan nasional di Indonesia.

Sebagai nara sumber dalam seminat, Dr. Ir. Ary Setijadi Prihatmant dari Pusat Teknologi Pertahanan dan Keamanan ITB, menerangkan, perlunya ITB menciptakan inovasi teknologi unggul.

“ITB perlu menciptakan adanya inovasi teknologi unggul dalam industri pertahanan di Indonesia, yang akan berefek dalam strategi jangka panjang,” tegasnya.

Sedangkan Ary Serijadi Prihatmanto, narasumber dari Pustekhan ITB, menambahkan, kolaborasi BUMN Industri pertahanan, menjadi unsur penggunaan TKDN yang signifikan.

“Di sisi lain, kolaborasi antara PT Len Inustri & DEFEND ID, juga Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menjadikan unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri lebih berkembang secara signifikan,” paparnya.

Oleh sebab itu, pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan dan kolaborasi antar lembaga pertahanan menjadi suatu proses dalam meningkatkan kualitas industri pertahanan di Indonesia, supaya sistem pertahanan di Indonesia dapat berkembang secara optimal.

Berita Terkait

507 Insufficient Storage
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan
6 Maskapai Siap Terbang Dari Bandara Husein, Rute ke Singapura Hingga Bali Dibuka
Peluang Emas, Bandung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Rakernas APEKSI 2027
Libur Sekolah Dongkrak Penumpang KA, Weekend Pertama Juli Jadi Rekor Baru di Daop 2 Bandung
Kunjungan Turis Asing Naik, KAI Perkuat Peran Kereta Api Dukung Pariwisata Indonesia
Hilangnya Mahasiswi Tel-U Masih Misteri, Keluarga Luruskan Kabar Nadira Sudah Ditemukan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:18 WIB

507 Insufficient Storage

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:18 WIB

Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:17 WIB

3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:16 WIB

6 Maskapai Siap Terbang Dari Bandara Husein, Rute ke Singapura Hingga Bali Dibuka

Senin, 6 Juli 2026 - 12:13 WIB

Libur Sekolah Dongkrak Penumpang KA, Weekend Pertama Juli Jadi Rekor Baru di Daop 2 Bandung

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

507 Insufficient Storage

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:18 WIB