Kendaraan Listrik Jadi Fokus Tindak Lanjut Kerjasama Pemprov Jabar Dengan Universitas Nottingham

Rabu, 5 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Salah satu yang menjadi fokus tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dengan Universitas Nottingham, Inggris, adalah pemanfaatan energi surya, air dan angin.

Jawa Barat dengan kondisi geografis yang mendukung, memiliki potensi besar untuk mengembangkan sumber energi tersebut.

“Melalui penelitian bersama, diharapkan dapat ditemukan solusi inovatif untuk memaksimalkan potensi tersebut dan mengintegrasikannya ke dalam sistem energi yang ada,” ucap Kepala Bidang Ketenaga listrikan Dinas ESDM Jawa Barat Zainal Arifin kepada media usai acara Panel Discussion “Towards a Sustainable Future: Driving Global Partnerships for Human Capital Development in Renewable Energy and Green Economy” di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (5/6/2024).

“Dan kita tetap mengikuti aturan dari pemerintah pusat, jadi Pemprov Jabar mendukung apa yang sudah disiapkan regulasinya oleh pusat dan kita menjalankan saja,” tegas Zainal.

“Ya ini kan ada dukungan terhadap percepatan terhadap kendaraan listrik di lingkup Pemprov Jabar. Karena kita kan satu-satunya provinsi yang menggunakan kendaraan listrik untuk pemerintahan dibanding dengan provinsi lain,” ungkapnya.

Diketahui, tindak lanjut kerjasama yang sudah disepakati sejak Agustus 2023 lalu, selain mengenai energi baru terbarukan, juga mencakup pengembangan ekonomi hijau.

Ekonomi hijau adalah konsep ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sambil secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi.

Dalam konteks ini, Pemprov Jabar dan Universitas Nottingham akan melakukan pengembangan dalam mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang dapat bertransformasi menjadi lebih ramah lingkungan.

Pemprov Jabar sendiri berharap bahwa tindak lanjut kerjasama ini dapat membawa manfaat jangka panjang bagi provinsi dan warganya. Dengan mengadopsi teknologi dan praktik terbaik dari Inggris, Jabar dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon. Selain itu, pengembangan ekonomi hijau diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia dalam upaya mengembangkan energi baru terbarukan dan ekonomi hijau. Dengan demikian, inisiatif ini bukan hanya penting bagi Jawa Barat, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan secara nasional dan global.

Berita Terkait

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas
BPJS Kesehatan Dorong Standar Layanan JKN Yang Konsisten Lewat CX126
Erupsi Gunung Anak Krakatau Terjadi, KAI Daop 2 Pastikan Perjalanan KA Tetap Aman
Dari Sumenep ke Surakarta, Hendriyanto Attan Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo
Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru
Kembali Terjadi Orang Tertemper KA di Jalur Cibatu–Pasirjengkol, Satu Orang Tewas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:41 WIB

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut

Kamis, 10 September 2026 - 08:40 WIB

Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027

Rabu, 9 September 2026 - 08:39 WIB

Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Standar Layanan JKN Yang Konsisten Lewat CX126

Senin, 7 September 2026 - 08:37 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Terjadi, KAI Daop 2 Pastikan Perjalanan KA Tetap Aman

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:41 WIB