Pemprov Jabar Fokus Kembangkan Pesantren dan Sarana Keagamaan Dalam RPJMD 2025–2029

Sabtu, 26 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), menegaskan komitmennya terhadap pembangunan sektor keagamaan melalui penguatan peran pesantren dan penyediaan sarana prasarana ibadah.

Langkah ini tercermin dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) APBD Tahun Anggaran (TA) 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Herman Suryatman, dalam keterangan resminya, Sabtu (26/4/2025), menyatakan bahwa pengembangan pesantren mendapat perhatian serius.

“Pembangunan ruang kelas baru, perbaikan fasilitas, serta pengembangan aktivitas pesantren telah masuk dalam nomenklatur SIPD,” ucap Sekda Herman di Bandung.

Selain pesantren, lanjut Sekda Herman, SIPD juga memuat program peningkatan sarana keagamaan. Termasuk di antaranya pembangunan dan rehabilitasi masjid, mushola, serta rumah ibadah lainnya, dukungan operasional organisasi kemasyarakatan keagamaan, penyediaan perlengkapan ibadah, hingga perbaikan Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta.

Sekda Herman juga menjelaskan bahwa pembangunan keagamaan diintegrasikan dalam Misi Pertama RPJMD 2025–2029, yaitu mewujudkan Sumbet Daya Manusia (SDM) berkarakter unggul.

“Tujuannya mencetak masyarakat cageur, bageur, bener, pinter, singer. Ini diwujudkan dengan memperkuat pesantren dan sekolah berbasis agama, terutama di daerah yang membutuhkan dukungan afirmatif,” beber Sekda Herman.

Selain itu menurut Sekda Herman, rancangan awal RPJMD yang memuat kebijakan tersebut, telah disepakati antara Gubernur Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Kesepakatan tersebut menjadi landasan strategis pembangunan ke depan yang memperkuat aspek moral dan spiritual masyarakat.

“Ini bukan hanya janji, tapi sudah menjadi arah kebijakan resmi. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga kuat secara spiritual,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Jumat, 11 September 2026 - 08:41 WIB

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut

Berita Terbaru

BEKASI TERKINI

Pertamina dan Jababeka Lanjutkan Kolaborasi Menuju Net Zero Emission

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:48 WIB