Tata Ruang Jabar Harus Selaras Dengan Alam

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen untuk mengatur tata ruang di Jawa Barat selaras dengan alam. Hal ini menjadi landasan upaya mencegah bencana alam di Jabar. Menurutnya, tata ruang di Jabar saat ini kacau karena mengadopsi pendekatan politik, bukan konservasi alam.

Perkebunan telah berubah menjadi kawasan tambang dan industri, sementara gunung kehilangan hutan dan laut kehilangan pantai akibat tata ruang yang tidak terencana.

Tata ruang Jabar juga dinilai tumpang tindih, dengan daerah yang menjadi destinasi wisata sekaligus kegiatan pertambangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap tata ruang Jawa Barat untuk mencegah bencana alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tata ruang yang selaras dengan alam bukan berarti meniadakan kawasan industri, permukiman, dan pembangunan lain. Namun, kelestarian alam tetap harus dijaga, seperti hutan dan mata air,” kata Gubernur yang kerap disapa KDM.

KDM menjelaskan bahwa gunung yang indah, air yang jernih, sungai yang berkelok-kelok, pantai yang bersih, dan sawah terasering adalah contoh tata ruang yang selaras dengan alam.

KDM juga mengungkapkan keresahannya terhadap tata ruang Jabar yang telah menghilangkan kawasan hijau seluas 1,2 juta hektare.

Hilangnya kawasan hijau paling luas terjadi di Bekasi dan Kabupaten Bogor, di mana perkebunan telah berubah menjadi kawasan pariwisata, permukiman, dan perhotelan.

Oleh karena itu, KDM berencana mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah Jabar pada tahun ini untuk mencegah bencana longsor dan banjir.

Dalam merevisi tata ruang Jawa Barat, KDM menginstruksikan OPD terkait untuk mendapatkan detail tata ruang Jabar yang telah dibuat oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Menurutnya, Hindia Belanda telah membuat tata ruang Jabar yang selaras dengan alam, yang patut menjadi rujukan dalam merevisi tata ruang Jawa Barat. Dengan demikian, diharapkan tata ruang Jabar dapat lebih baik dan selaras dengan alam.

Berita Terkait

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital
KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal
Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia
Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija
Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit
PTDI Rampungkan Restorasi CN235-100M Milik TNI AU
Jelang Laga Persib vs Persija. Wagub Imbau Gelar Nobar
Utamakan Keselamatan, Baksil dan Alun-alun Bandung Ditutup Sementara

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:41 WIB

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:39 WIB

KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal

Senin, 12 Januari 2026 - 22:39 WIB

Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:38 WIB

Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:36 WIB

Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia

Senin, 12 Jan 2026 - 22:39 WIB

BERITA UTAMA

Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija

Minggu, 11 Jan 2026 - 22:38 WIB