Gubernur Jabar: Rumah Subsidi Harus Bebas Dari Spekulasi Elite

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan rumah subsidi di wilayahnya tidak boleh berubah menjadi ajang spekulasi investasi atau proyek elite.

Program 100 ribu rumah subsidi yang baru diluncurkan, kata dia, harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat miskin.

Dalam acara peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan “Imah Merenah, Hirup Tumaninah” di Sabuga ITB, Bandung, Kamis (18/9/2025), Dedi menekankan rumah adalah dasar kesejahteraan keluarga. Dari rumah layak, kata dia, lahir keluarga harmonis dan masyarakat yang sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rumah rakyat harus dibangun dengan prinsip keadilan dan berpihak pada rakyat kecil, bukan untuk kepentingan elite dan mencari keuntungan,” ucapnya.

Gubernur yang akrab disapa KDM ini mengkritik kebijakan pembangunan elitis yang tidak berpijak pada kebutuhan rakyat.

Pemprov Jabar, menurutnya, kini mengalihkan anggaran dari proyek digital ke pembangunan nyata, seperti sekolah, jalan, listrik, drainase, hingga rumah subsidi.

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan jaminan sosial ekonomi, termasuk perlindungan bagi pekerja informal dan bantuan pasien rumah sakit. Akses pembiayaan perumahan diperluas lewat KUR Perumahan.

“Program ini bukan sekadar angka, melainkan katalis transformasi sosial-ekonomi Jawa Barat,” tegas KDM.

“Kita akan dorong pemerintah daerah untuk menjamin para pekerja formal dalam mendapatkan KUR jaminan perumahan, dan dapat perumahan yang murah. Maka siklus pertumbuhan ekonomi akan itu meningkat,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menambahkan, KUR Perumahan adalah terobosan yang lahir karena keterbatasan APBN.

“APBN hanya bisa menyediakan 280 ribu unit, padahal target 3 juta rumah. Karena itu, KUR menjadi solusi,” ucap Maruarar.

Sedangkan, Kepala BPS Amalia Adininggar menilai program ini juga akan menurunkan backlog perumahan dan memberi efek berganda pada perekonomian nasional.

“Setiap Rp1 juta investasi perumahan menghasilkan output Rp1,9 juta. Backlog juga turun dari 9,9 juta menjadi 9,6 juta rumah tangga dalam setahun,” ungkapnya.

Dengan demikian, pembangunan rumah subsidi di Jawa Barat tidak hanya sekadar memenuhi target angka, tetapi juga diharapkan menjadi tonggak perbaikan kualitas hidup rakyat, sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Berita Terkait

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital
KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal
Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia
Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija
Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit
PTDI Rampungkan Restorasi CN235-100M Milik TNI AU
Jelang Laga Persib vs Persija. Wagub Imbau Gelar Nobar
Utamakan Keselamatan, Baksil dan Alun-alun Bandung Ditutup Sementara

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:41 WIB

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:39 WIB

KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal

Senin, 12 Januari 2026 - 22:39 WIB

Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:38 WIB

Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:36 WIB

Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia

Senin, 12 Jan 2026 - 22:39 WIB

BERITA UTAMA

Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija

Minggu, 11 Jan 2026 - 22:38 WIB