Program Rumah Subsidi Dorong Ekonomi, Satu Unit Serap Lima Tenaga Kerja

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pembangunan rumah subsidi bukan hanya menjawab kebutuhan hunian rakyat, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut, setiap satu unit rumah subsidi melibatkan lima pekerja sekaligus membuka peluang usaha bagi sektor pendukung.

“Kita bicara multiplier effect. Ratusan ribu unit rumah akan menghidupkan jutaan orang, mulai dari tukang, sopir truk, petani, hingga warung makan,” ujarnya dalam peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan “Imah Merenah, Hirup Tumaninah” di Sabuga ITB, Bandung, Kamis (18/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan 3 juta rumah, dengan Jawa Barat mendapat porsi 100 ribu unit.

Pemerintah pun menggandeng perbankan melalui skema KUR Perumahan untuk menutupi keterbatasan APBN yang hanya mampu menyediakan 280 ribu unit.

Dalam sambutannya, Kepala BPS RI Amalia Adininggar mengungkapkan, investasi di sektor perumahan terbukti memiliki efek pengganda yang besar.

“Setiap Rp1 juta investasi menghasilkan output Rp1,9 juta. Backlog perumahan turun dari 9,9 juta menjadi 9,6 juta rumah tangga dalam setahun,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menambahkan, pembangunan rumah rakyat tidak boleh berhenti pada angka semata. Menurutnya, rumah layak akan menciptakan keluarga harmonis dan masyarakat yang sehat.

“Rumah subsidi harus bebas dari spekulasi investasi. Program ini untuk rakyat, bukan elite,” tegas Gubernur yang akrab disapa KDM.

Hal senada juga disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan, keberhasilan program ini akan sangat menentukan pengurangan backlog perumahan yang masih tinggi.

“Banyak keluarga sudah menikah tapi belum punya rumah. Karena itu ekosistem lengkap, pemerintah, bank, pengembang, hingga data BPS, harus bergerak bersama,” katanya.

Dengan target ambisius ini, pembangunan rumah subsidi tidak hanya menjawab masalah papan, tapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi inklusif.

Berita Terkait

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital
KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal
Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia
Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija
Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit
PTDI Rampungkan Restorasi CN235-100M Milik TNI AU
Jelang Laga Persib vs Persija. Wagub Imbau Gelar Nobar
Utamakan Keselamatan, Baksil dan Alun-alun Bandung Ditutup Sementara

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:41 WIB

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:39 WIB

KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal

Senin, 12 Januari 2026 - 22:39 WIB

Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:38 WIB

Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:36 WIB

Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia

Senin, 12 Jan 2026 - 22:39 WIB

BERITA UTAMA

Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija

Minggu, 11 Jan 2026 - 22:38 WIB