KDM : Program KUR Perumahan Itu Sangat Baik

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang (BRS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi optimistis program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan akan membawa efek berganda atau multiplier effect ekonomi bagi rakyat Jabar.

Menurut Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, program pemerintah pusat jangan hanya dilihat dari sisi permintaan (demand) rumah, tetapi juga dari sisi pengembang dan ekonomi yang bergerak di sekitarnya.

“Rumah itu dibangun oleh siapa? Kontraktor, mandor bangunan, kuli bangunan. Ini lingkaran ekonomi yang melahirkan pertumbuhan. Kemudian ada toko bangunan, sopir pengangkut bahan, ada karyawan, UMKM,” kata KDM dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan Penguatan Ekosistem Perumahan di Karawang, Senin (27/10/2025).

Program KUR Perumahan juga akan menghidupkan dunia pertambangan.

“Pertambangannya yang memiliki izin yang baik, (materialnya) diangkut dengan angkutan memadai, tidak menimbulkan kerusakan jalan dan kecelakaan,” katanya.

Menurut KDM, hal yang perlu diperhatikan dalam program KUR Perumahan adalah keteraturan tata ruang. Dalam memilih lokasi rumah, pengembang harus mematuhi aturan tata ruang.

“Di situlah tata ruang pentingnya. Di mana wilayah pertambangan, industri, perumahan, ruang terbuka hijau. Circle ini semuanya harus jalan,” katanya.

Untuk menyukseskan program KUR Perumahan, menurut KDM, perlu ada orkestrasi dari gubernur, bupati dan wali kota yang baik. “Hari ini saya bangga serapan KUR Perumahan tinggi,” katanya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, serapan KUR Perumahan di Jabar paling tinggi nasional. “(Serapan) rumah subsidi paling tinggi di Jawa Barat,” kata Ara.

Menteri Ara mengapresiasi kinerja KDM yang mendorong dengan keras program KUR Perumahan.

“Terima kasih atas kebijakannya yang turun ke lapangan,” katanya.

Ia pun yakin program ini dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar perumahan.

“Satu rumah subsidi yang bekerja lima orang, kalau ada 100 ribu saja (KUR yang masuk), ada 500 ribu orang bekerja,” pungkas Ara.

Berita Terkait

Hingga Medio 2026, Pemkot Bandung Sudah Rapikan 41 Titik Kabel Semrawut
KA Sangkuriang Melejit, Jalur Selatan Kembali Jadi Primadona
Sikat Penunggak Pajak, DJP Jabar I Blokir 275 Rekening Senilai Rp224,6 Miliar
Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional
PMI Bandung Luncurkan Lab Darah Digital Pertama di Indonesia
Peminat Sedikit, Pemkot Ajukan Perpanjangan Lelang Pengelola Kebun Binatang
Waspada Bencana: Bio Farma Perkuat Literasi Kesehatan SMK di Cililin
Mengurai Benang Kusut Tanggung Jawab Kecelakaan Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:07 WIB

Hingga Medio 2026, Pemkot Bandung Sudah Rapikan 41 Titik Kabel Semrawut

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:06 WIB

KA Sangkuriang Melejit, Jalur Selatan Kembali Jadi Primadona

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:05 WIB

Sikat Penunggak Pajak, DJP Jabar I Blokir 275 Rekening Senilai Rp224,6 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:04 WIB

Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 11:02 WIB

Peminat Sedikit, Pemkot Ajukan Perpanjangan Lelang Pengelola Kebun Binatang

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

KA Sangkuriang Melejit, Jalur Selatan Kembali Jadi Primadona

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:06 WIB

BERITA UTAMA

Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:04 WIB