Tahun 2026, Pemprov Jabar “Puasa Internal” Demi Pesta Pelayanan Publik

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama DPRD Jabar resmi menandatangani Nota Kesepakatan atas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Penandatanganan dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jumat (31/10/2025), menandai langkah awal kebijakan efisiensi besar-besaran di tubuh Pemprov.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut tahun 2026 sebagai masa “puasa internal”, di mana anggaran belanja pemerintah daerah akan diketatkan agar manfaat APBD lebih dirasakan masyarakat.

“Tahun depan kita puasa untuk internal, tapi pesta untuk eksternal, khususnya layanan publik,” kata Dedi usai rapat paripurna.

Ia menegaskan, kebijakan efisiensi dilakukan tanpa mengorbankan program prioritas masyarakat. Pemangkasan akan difokuskan pada pos-pos belanja rutin seperti perjalanan dinas, konsumsi rapat, listrik, air, pemeliharaan aset, hingga alat tulis kantor.

“Yang dikurangi itu hal-hal biasa, bukan program utama. Kita ingin anggaran lebih banyak turun ke warga,” tegasnya.

Sebagai langkah pendukung, Pemprov juga akan menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN). Dedi menyebut kebijakan itu bukan sekadar penghematan biaya, tapi juga upaya meningkatkan efektivitas kerja.

“Kita akan WFH supaya kantor tidak terlalu penuh. Kalau banyak orang di kantor, listrik, air, dan internet makin boros,” tuturnya.

Meski efisiensi dilakukan di berbagai lini, Pemprov Jabar memastikan sejumlah proyek strategis tetap mendapatkan dukungan penuh. Salah satunya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang tetap dialokasikan dana Rp100 miliar dalam KUA-PPAS 2026.

“Kalau enggak disuntik, mati listrik dan airnya. Masa dibiarkan jadi tempat kelelawar,” ucap Dedi.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, terus dilakukan agar Kertajati dapat beroperasi optimal dan menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Barat bagian timur.

Kebijakan efisiensi ini, kata Dedi, menjadi wujud komitmen Pemprov untuk memperbaiki tata kelola fiskal sekaligus memperkuat orientasi pembangunan yang berpihak pada masyarakat.

“Kita harus berani berhemat agar rakyat bisa merasakan hasilnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Len Perluas Dampak CSR untuk 13 Ribu Penerima Manfaat
Pesta Juara Persib, KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun
30 Kecamatan di Kota Bandung Siap Gelar Nobar Persib vs Persijap
Tingkatkan Pelayanan dan Distribusi Logistik, KAI Siapkan Armada Baru
Ribuan Meter Rel Diganti, Perjalanan KA di Daop 2 Makin Aman dan Nyaman
Bank Butuh SDM Yang Kuasai Bahasa Isyarat
Jabar Kebut Pembentukan Ribuan Koperasi Merah Putih
Silaturahmi Akbar PJT Perkuat Jejaring Perantau dan UMKM Jawa Tengah di Bandung Raya

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:30 WIB

Len Perluas Dampak CSR untuk 13 Ribu Penerima Manfaat

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

Pesta Juara Persib, KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

30 Kecamatan di Kota Bandung Siap Gelar Nobar Persib vs Persijap

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:27 WIB

Tingkatkan Pelayanan dan Distribusi Logistik, KAI Siapkan Armada Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:26 WIB

Ribuan Meter Rel Diganti, Perjalanan KA di Daop 2 Makin Aman dan Nyaman

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Len Perluas Dampak CSR untuk 13 Ribu Penerima Manfaat

Senin, 25 Mei 2026 - 11:30 WIB

BERITA UTAMA

Pesta Juara Persib, KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

BERITA UTAMA

30 Kecamatan di Kota Bandung Siap Gelar Nobar Persib vs Persijap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB