Bandung (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang akibat rendahnya kedisiplinan pengguna jalan.
Sepanjang 2025, sejumlah insiden di wilayah Daop 2 Bandung menjadi pengingat serius bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat berujung fatal.
KAI Daop 2 Bandung mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, dengan berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, mendengarkan isyarat peringatan, serta memastikan jalur aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam keterangannya, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Namun, berdasarkan evaluasi internal, sebagian besar kecelakaan masih dipicu oleh perilaku pengguna jalan yang mengabaikan rambu dan sinyal peringatan.
“Selama tahun 2025, tercatat 14 kejadian temperan di perlintasan sebidang wilayah Daop 2 Bandung. Sebanyak 11 kejadian melibatkan kendaraan roda dua dan 3 kejadian lainnya melibatkan kendaraan roda empat,” kata Kuswardojo. Kamis (22/1/2026).
Dari rangkaian insiden tersebut, jumlah korban mencapai 13 orang, terdiri dari 5 orang luka ringan, 3 orang luka berat, serta 5 orang meninggal dunia.
Data ini menegaskan bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.
Kuswardojo menegaskan, secara teknis kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh sebab itu, sesuai ketentuan perundang-undangan, perjalanan kereta api wajib didahulukan oleh seluruh pengguna jalan di perlintasan sebidang.
Sebagai langkah pencegahan, sepanjang 2025 KAI Daop 2 Bandung bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai upaya keselamatan. Upaya tersebut meliputi sosialisasi langsung kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api, kampanye keselamatan di perlintasan dengan tingkat lalu lintas tinggi, serta edukasi ke sekolah-sekolah untuk menanamkan budaya disiplin sejak dini.
Selain itu, KAI Daop 2 Bandung juga menutup 29 perlintasan sebidang tidak terjaga di wilayah operasionalnya guna menekan potensi kecelakaan. Sosialisasi melalui berbagai media juga terus dilakukan agar pesan keselamatan menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami konsisten meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Namun hasilnya akan maksimal jika didukung kesadaran dan kepatuhan masyarakat,” tegas Kuswardojo.
KAI Daop 2 Bandung kembali mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak menerobos palang pintu, tidak mengabaikan sinyal peringatan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api. Berhenti sejenak sebelum melintas bukanlah kerugian, melainkan langkah sederhana untuk menyelamatkan nyawa.
Dengan kolaborasi semua pihak, KAI Daop 2 Bandung berharap tingkat keselamatan di perlintasan sebidang terus meningkat demi terciptanya perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan yang aman dan tertib.






