Hingga Medio 2026, Pemkot Bandung Sudah Rapikan 41 Titik Kabel Semrawut

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat penataan kabel udara semrawut yang selama ini dikeluhkan warga. Selain mengganggu estetika kota, kabel menjuntai di sejumlah ruas jalan juga dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan besar yang melintas di titik persimpangan.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Bandung mencatat telah merapikan sedikitnya 41 titik kabel sepanjang Januari hingga awal Mei 2026. Penataan dilakukan di berbagai kawasan padat aktivitas, mulai dari jalan protokol hingga lingkungan permukiman.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana mengatakan, penertiban kabel dilakukan secara rutin sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat dan kondisi darurat di lapangan.

“Selain kegiatan rutin, kami juga banyak menangani kasus insidentil seperti kabel tertarik truk, pohon tumbang, atau kabel menjuntai akibat perubahan infrastruktur,” kata Indra, baru-baru ini.

Sejumlah lokasi yang telah ditata di antaranya berada di Jalan Merdeka, Jalan Aceh, Jalan Cihampelas, kawasan Soekarno-Hatta, hingga Gedebage. Penataan juga menyasar kawasan permukiman seperti Cigadung, Sukajadi, dan Mengger yang selama ini menghadapi persoalan kabel tidak tertata.

Salah satu penanganan terbaru dilakukan di kawasan Gedebage setelah kabel fiber optik menjuntai cukup panjang akibat hilangnya tiang penyangga pascaproyek pelebaran jembatan. Kondisi tersebut sempat membahayakan pengendara karena kabel berada terlalu rendah di atas badan jalan.

Menurut Indra, prioritas utama saat ini adalah menertibkan kabel yang melintang di atas jalan dan persimpangan karena memiliki risiko paling tinggi.

“Kalau kabel melintang di jalan itu rawan. Bisa tersangkut truk atau kendaraan tinggi, apalagi kalau posisinya rendah atau kendur,” katanya.

Meski penataan terus berjalan, Diskominfo mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Keterbatasan personel menjadi salah satu kendala utama, terutama ketika harus menangani kejadian mendadak pada malam hari.

“Kalau kejadian malam, seperti kabel tertarik kendaraan, tentu butuh waktu untuk mobilisasi. Kita tidak standby 24 jam penuh,” ungkap Indra.

Selain faktor teknis, koordinasi lintas instansi juga kerap menjadi tantangan, khususnya untuk penanganan kabel di ruas jalan nasional yang membutuhkan izin dan sinkronisasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian PUPR.

Ke depan, Pemkot Bandung menargetkan penataan kabel yang lebih permanen dengan mendorong penggunaan kabel bawah tanah, terutama untuk jaringan fiber optik di titik-titik strategis kota.

“Harapannya, ke depan tidak ada lagi kabel yang melintang di atas jalan. Minimal di titik-titik persimpangan bisa diturunkan ke bawah,” tutur Indra.

Pemkot juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga keselamatan lingkungan dengan melaporkan kabel menjuntai atau membahayakan melalui layanan darurat 112.

Dengan penataan bertahap ini, Bandung tak hanya diarahkan menjadi kota yang lebih tertib dan nyaman dipandang, tetapi juga lebih aman bagi masyarakat serta pengguna jalan.

Berita Terkait

Job Fair Bandung 2026 Buka Ribuan Lowongan, Jadi Senjata Tekan Pengangguran
BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat
Farhan : Walau Harga Kedelai Naik, Tahu Tempe Jangan Stop Produksi
Libur Panjang, Tiket KA Dari Bandung Diserbu
Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan
KA Cikuray Hadir Dengan Kereta Khusus Petani, Perjalanan Garut–Jakarta Makin Terjangkau
WIITEX 2026 Dorong Kopi, Teh dan Kakao Jabar Tembus Pasar Dunia
Pajak UMKM Dipermudah, PP 20/2026 Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:53 WIB

Job Fair Bandung 2026 Buka Ribuan Lowongan, Jadi Senjata Tekan Pengangguran

Senin, 15 Juni 2026 - 11:52 WIB

BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:51 WIB

Farhan : Walau Harga Kedelai Naik, Tahu Tempe Jangan Stop Produksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:50 WIB

Libur Panjang, Tiket KA Dari Bandung Diserbu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:49 WIB

Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat

Senin, 15 Jun 2026 - 11:52 WIB

BERITA UTAMA

Farhan : Walau Harga Kedelai Naik, Tahu Tempe Jangan Stop Produksi

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:51 WIB

BERITA UTAMA

Libur Panjang, Tiket KA Dari Bandung Diserbu

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:50 WIB

BERITA UTAMA

Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:49 WIB