Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Sejak Juli lalu Pemerintah Kota Bandung memulai proyek Bus Rapid Transit (BRT). Hingga kini proyek tersebut masih berjalan di sejumlah titik/ruas jalan kota Bandung yang berdampak pada kepadatan lalu lintas.

Terkait hal itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi akibat pengerjaan proyek tersebut. Meski demikian, ia memastikan pembangunan transportasi massal itu akan terus dikawal hingga tuntas agar benar-benar memberikan manfaat bagi warga Kota Bandung.

Farhan mengungkapkan, Pemerintah Kota Bandung telah menerima berbagai laporan dan keluhan masyarakat terkait dampak pembangunan BRT, terutama kemacetan lalu lintas yang terjadi di sejumlah titik. Persoalan tersebut sudah terdeteksi sejak pertengahan Agustus dan kini tengah ditangani bersama oleh pihak terkait.

“Saya dapat laporan tertulis. Keluhan-keluhan macet ini memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu. Ada berbagai alasan dari kontraktor, tetapi buat saya itu bukan alasan. Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi warga Bandung,” ujar Farhan saat ditemui usai kegiatan Bandung Great Sale 2026 di Laswi Heritage, Jumat (21/8).

Farhan mengakui saat ini persepsi masyarakat terhadap proyek BRT masih cenderung negatif. Karena itu, ia berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan agar hasil akhirnya dapat meningkatkan kualitas transportasi publik di Kota Bandung.

“Sekarang terus terang, mohon maaf pisan, BRT ini masih terpersepsikan sangat negatif di mata warga Bandung. Untuk itu saya berkomitmen sebagai wali kota akan bekerja keras bersama-sama memastikan proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan BRT ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi seluruh warga Kota Bandung,” katanya.

Ia menjelaskan, Dinas Perhubungan Kota Bandung saat ini tengah melakukan pembenahan di sejumlah titik, baik pada jalur trotoar maupun median jalan yang menjadi bagian dari koridor BRT. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu penyebab kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan.

Meski demikian, Farhan memastikan pengerjaan akan dilakukan secara cepat, rapi, dan memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.

“Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” tuturnya.

Farhan menyebut, pembangunan sistem BRT secara menyeluruh ditargetkan selesai pada 2027. Setelah seluruh konstruksi rampung, layanan BRT akan beroperasi penuh tanpa pekerjaan tambahan yang mengganggu lalu lintas.

Ia menjelaskan, koridor utama BRT akan melintasi sejumlah kawasan strategis mulai dari Alun-alun Bandung menuju Jalan Sudirman, Rajawali, kawasan Stasiun Bandung, Otista, Tegalega hingga kembali ke pusat kota.

Koridor lainnya akan menghubungkan kawasan Alun-alun, Banceuy, Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, Asia Afrika, dan kembali ke Alun-alun Bandung.

Pada sejumlah ruas jalan tersebut nantinya akan diterapkan jalur khusus atau dedicated lane yang dilengkapi separator untuk memberikan prioritas bagi armada BRT.

Farhan juga mengajak masyarakat dan media massa untuk ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan BRT. Ia meminta setiap keluhan atau persoalan yang ditemukan segera dilaporkan melalui layanan darurat 112 maupun media sosial pemerintah.

“Kalau ada kemacetan atau hal-hal yang tidak memuaskan, laporkan segera. Boleh ke 112, boleh melalui media sosial. Teman-teman wartawan juga silakan mengawasi. Kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk memastikan pembangunan BRT ini memberikan manfaat untuk semua orang,” katanya.

Lebih jauh, Farhan mengungkapkan, pembangunan BRT merupakan bagian dari visi jangka panjang pengembangan transportasi massal di Kota Bandung. Setelah sistem BRT berjalan optimal, Pemkot Bandung bercita-cita mengembangkan moda transportasi berbasis rel ringan atau Light Rail Transit (LRT).

 

“Karena ada mimpi berikutnya, yaitu LRT. Tapi itu nanti. Yang sekarang kita fokus memastikan BRT berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. (rob)**

 

 

Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

 

 

 

Henryco Arie Sapiie

Berita Terkait

Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru
Kembali Terjadi Orang Tertemper KA di Jalur Cibatu–Pasirjengkol, Satu Orang Tewas
Kredit Jabar Tumbuh 8,58 Persen, OJK Soroti Kualitas Pembiayaan
Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:35 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru

Jumat, 4 September 2026 - 08:34 WIB

Kembali Terjadi Orang Tertemper KA di Jalur Cibatu–Pasirjengkol, Satu Orang Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 08:33 WIB

Kredit Jabar Tumbuh 8,58 Persen, OJK Soroti Kualitas Pembiayaan

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru

Sabtu, 5 Sep 2026 - 08:35 WIB

BERITA UTAMA

Kredit Jabar Tumbuh 8,58 Persen, OJK Soroti Kualitas Pembiayaan

Kamis, 3 Sep 2026 - 08:33 WIB

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB