IPM Jabar 2025 Tembus 75,90 Poin, Kenaikan Tertinggi se-Indonesia Dorong Masuk 10 Besar Nasional

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat kembali mencatatkan lompatan. Pada 2025, IPM Jabar mencapai 75,90 poin dengan pertumbuhan 1,31 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus kenaikan terbesar secara nasional.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan, peningkatan IPM didukung perbaikan di seluruh komponen pembentuknya: kesehatan, pendidikan, dan daya beli.

“Indikator kesehatan yang membentuk harapan hidup mengalami perbaikan. Diantaranya adalah persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak meningkat sebesar 0,94 persen poin serta persentase rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas buang air besar menurun sebesar 0,50 persen poin dibanding tahun sebelumnya,” ujar Margaretha, Minggu (9/8).

Umur Harapan Hidup penduduk Jabar kini mencapai 75,53 tahun. Artinya bayi yang lahir tahun 2025 diprediksi bisa hidup hingga usia 75,53 tahun. Dibanding 2024, UHH naik 0,37 tahun atau tumbuh 0,49 persen. Rata-rata pertumbuhan UHH selama 2021-2025 tercatat 0,39 persen per tahun.

Dari sisi pendidikan, dua indikator utama juga menunjukkan akselerasi. Harapan Lama Sekolah mencapai 13,02 tahun. Artinya anak usia 7 tahun di Jabar diproyeksikan bisa sekolah hingga semester pertama perguruan tinggi.

“HLS mengalami peningkatan 0,22 tahun atau sebesar 1,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laju ini mengalami akselerasi dan menjadi yang tertinggi selama periode 2021–2025,” kata Margaretha.

Sementara Rata-rata Lama Sekolah naik menjadi 9,14 tahun. Penduduk usia 25 tahun ke atas rata-rata menamatkan pendidikan hingga kelas IX SMP. Pertumbuhannya 3,04 persen dibanding tahun sebelumnya, cukup tinggi.

Komponen daya beli juga membaik. Pengeluaran riil per kapita 2025 mencapai Rp12,45 juta per tahun, naik 2,39 persen atau sekitar Rp290 ribu dari tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 2021-2025 sebesar 3,29 persen per tahun.

Perbaikan daya beli sejalan dengan penurunan kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Jabar berkurang 193,92 ribu orang, dengan persentase turun 0,44 persen poin.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi capaian ini. Ia menyebut kenaikan IPM Jabar 0,98 poin adalah yang terbesar dibanding provinsi lain.

“Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional. Hampir 1 poin kenaikannya,” kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Sebagai pembanding, IPM Jawa Timur naik 0,78 poin dan Jawa Tengah 0,90 poin.

Menurut KDM, hasil ini buah dari pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari air bersih, sanitasi, akses sekolah, hingga program pengentasan kemiskinan.

Ia menargetkan IPM Jabar bisa masuk 10 besar nasional dalam waktu dekat.

“Saya yakin, pembangunan yang terus dilakukan dapat meningkatkan IPM Jawa Barat. Kita harus jaga momentum ini,” ujarnya.

KDM juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk bergerak bersama.

Peningkatan IPM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi. Sinergi lintas sektor diperlukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan sampai ke rumah tangga berpendapatan rendah.

“IPM itu bukan angka. Di balik angka ada anak yang bisa sekolah lebih lama, ada orang tua yang hidup lebih sehat, ada keluarga yang daya belinya naik. Itu yang harus kita kejar,” tegasnya.

Dengan pertumbuhan rata-rata IPM 0,99 persen per tahun selama 2021-2025, Pemprov Jabar optimistis target pembangunan manusia yang lebih inklusif dan merata bisa tercapai.

Ke depan, fokus pemerintah akan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi, perluasan akses layanan kesehatan primer, dan penguatan ekonomi rumah tangga agar capaian IPM terus naik dan tidak timpang antar wilayah.

Berita Terkait

Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru
Kembali Terjadi Orang Tertemper KA di Jalur Cibatu–Pasirjengkol, Satu Orang Tewas
Kredit Jabar Tumbuh 8,58 Persen, OJK Soroti Kualitas Pembiayaan
Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:35 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru

Jumat, 4 September 2026 - 08:34 WIB

Kembali Terjadi Orang Tertemper KA di Jalur Cibatu–Pasirjengkol, Satu Orang Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 08:33 WIB

Kredit Jabar Tumbuh 8,58 Persen, OJK Soroti Kualitas Pembiayaan

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Bayar Pajak Kendaraan Kini Makin Mudah, Cukup Lewat Drive Thru

Sabtu, 5 Sep 2026 - 08:35 WIB

BERITA UTAMA

Kredit Jabar Tumbuh 8,58 Persen, OJK Soroti Kualitas Pembiayaan

Kamis, 3 Sep 2026 - 08:33 WIB

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB