Pj Bupati Bekasi : Titik Banjir dan Ketinggian Air di 9 Kecamatan Mulai Berkurang

Senin, 6 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIKARANG PUSAT – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan, titik banjir di Kabupaten Bekasi masih ada di 9 kecamatan. Namun jumlah titik banjir dan ketinggian air sudah mulai berkurang.

“Ya, dari setiap kecamatan itu, jumlah titik banjir berkurang dan tinggi dari genangan air juga berkurang, karena curah hujannya juga tidak se-ekstrem tiga hari yang lalu,” kata Dani Ramdan usai memimpin rapat evaluasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Minggu (05/03/2023).

Lebih lanjut, Dani mengatakan, surutnya air mulai dirasakan warga masyarakat. Bahkan, kata dia, sudah banyak pengungsi yang mulai kembali ke rumah masing-masing.

“Di pengungsian sendiri, sudah hampir mayoritas warga kembali pulang ke kediamannya masing-masing,” ujarnya.

Meski begitu, Dani Ramdan menegaskan, bahwa bantuan masih akan terus didistribusikan untuk warga yang terdampak banjir.

Dani mengatakan, penanganan banjir saat ini difokuskan ke wilayah utara Kabupaten Bekasi, yang masih memiliki genangan air cukup tinggi. Di antaranya Sukakarya, Babelan, Tarumajaya, Pebayuran, Cabangbungin dan Muaragembong.

“Untuk Pebayuran, bahkan masih kita operasikan empat unit perahu bermotor untuk mengakses kampung-kampung yang terisolir dan memasok makanan, karena pesawahan di sekelilingnya masih tergenang banjir,” terangnya.

Dani menuturkan, Pemkab Bekasi terus mendistribusikan bantuan untuk warga terdampak banjir. Selain dari anggaran pemerintah daerah (BTT), pemerintah provinsi dan pusat juga dari para ASN di lingkungan Pemkab Bekasi.

“Ya, bantuan juga datang para ASN di tiap dinas, juga dari pihak swasta sudah masuk,” terangnya.

Selain itu, kata dia, Pemkab Bekasi saat ini sedang mendata lahan tambak yang terendam banjir di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Namun untuk ke depan, lanjut Dani, pihaknya akan membuat pola informasi dari bencana banjir, agar bisa sampai ke para petani tambak, sehingga mereka bisa memitigasi dengan dua cara.

“Yang pertama, menunda untuk tanam benihnya sampai potensi bencana hilang, yang kedua menyiapkan jaring. Itu nanti yang akan dipikirkan bantuan untuk jaringnya, supaya ketika ada banjir ikannya tidak terbawa hanyut,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:42 WIB

PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home

Berita Terbaru