Pemprov Jabar Ingatkan Kepala Daerah Untuk Siap Siaga Bencana Jelang Pemilu

Senin, 5 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa dari akhir Januari hingga Maret 2024, Jawa Barat (Jabar) akan dilanda cuaca ekstrim.

Menyikapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin meminta kepada seluruh Kepala Daerah di 27 Kabupaten/Kota, serta para stakeholders untuk dapat mengantisipasi hal tersebut, terlebih tidak lama lagi akan digelar Pemilu 2024.

Hal itu ditegaskanny saat memimpin apel Kesiapsiagaan Bencana pada Pemilu 2024 di depan Gedung Sate, Jumat (2/2/2024),

Bey menyebut, bencana banjir atau longsor yang memang rawan terjadi di berbagai daerah di Jabar, berpotensi menghambat distribusi logistik sampai ke pelosok, surat suara setelah hari pencoblosan 14 Februari 2024, atau menghambat pencobosan karena tempat pemungutan suara (TPS) terendam banjir misalnya.

“Kita tahu bahwa Jabar provinsi rawan bencana, dan juga berdasarkan informasi dari BMKG puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2024,” tegas Bey.

Bey mengingatkan, Jabar provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak yakni 35,7 juta pemilih, dan akan tersebar di 140.457 TPS. Sehingga jika pemilu di Jabar terganggu bencana, maka akan berdampak signifikan pada kelancaran pemilu secara keseluruhan.

Bey meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu perlu memetakan TPS di lokasi rawan bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan menyebut, pihaknya telah menyiapsiagakan lebih dari seribu personel untuk membantu mengantisipasi jika terjadi bencana saat pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kami mendukung penyelenggaraan pemilu yang aman dari bencana. Sebelumnya BPBD telah melaksanakan pelatihan gabungan meningkatkan skill competition antara BPBD dan para relawan se Jabar,” kata Dani.

Dani juga menyebut ada dua momen krusial saat pemilu, yaitu secara khususnya saat pemungutan suara dan rekapitulasi suara.

Berita Terkait

PRSSNI Jabar: Transformasi Digital Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Radio
Harga Pangan di Kota Bandung Berangsur Stabil
KDM Dorong Sekolah Swasta Tampung Siswa Tak Mampu
UMKM Naik Kelas Dimulai dari Sistem, Bukan Sekadar Tambah Cabang
Diskon Tiket KA 30 Persen Dorong Lonjakan Wisata ke Bandung
Libur Tahun Baru Islam, Perjalanan KA Dari Daop 2 Tembus 77 Ribu Penumpang
Job Fair Bandung 2026 Buka Ribuan Lowongan, Jadi Senjata Tekan Pengangguran
BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 11:59 WIB

PRSSNI Jabar: Transformasi Digital Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Radio

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:59 WIB

Harga Pangan di Kota Bandung Berangsur Stabil

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:57 WIB

KDM Dorong Sekolah Swasta Tampung Siswa Tak Mampu

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:56 WIB

UMKM Naik Kelas Dimulai dari Sistem, Bukan Sekadar Tambah Cabang

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:55 WIB

Diskon Tiket KA 30 Persen Dorong Lonjakan Wisata ke Bandung

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Harga Pangan di Kota Bandung Berangsur Stabil

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:59 WIB

BERITA UTAMA

KDM Dorong Sekolah Swasta Tampung Siswa Tak Mampu

Sabtu, 20 Jun 2026 - 11:57 WIB

BERITA UTAMA

UMKM Naik Kelas Dimulai dari Sistem, Bukan Sekadar Tambah Cabang

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:56 WIB

BERITA UTAMA

Diskon Tiket KA 30 Persen Dorong Lonjakan Wisata ke Bandung

Kamis, 18 Jun 2026 - 11:55 WIB