Pasca Aksi Massa, Pemprov Jabar Mulai Bersihkan Fasum Di Sekitar Gesat & DPRD

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS ) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai membenahi sejumlah fasilitas umum di Kota Bandung, khususnya di area Gedung Sate dan Gedung DPRD Jabar, pasca aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Jumat (28/8/2025) lalu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, pembersihan dan perbaikan sudah dilakukan sejak hari ini. Namun, pembenahan secara menyeluruh akan dilakukan setelah situasi benar-benar kondusif.

“Sudah mulai kita bersihkan. Tapi kita tunggu sampai keadaan benar-benar normal, baru kita lanjutkan. Jangan sampai baru dicat, nanti gruduk datang lagi kayak kemarin kan DPRD-nya dibuka pintunya, lagi ngecat- ngecat, lagi bersih-bersih, masuk,” kata Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Senin (1/9/2025).

KDM – sapaan akrab Dedi Mulyadi – berharap situasi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, tetap kondusif hingga pulih seperti sediakala.

“Sampai hari ini (situasi) landai, tidak ada pergerakan. Mudah-mudahan sampai malam, sampai besok, Insyaallah Jabar aman,” ujarnya.

Gubernur KDM juga menanggapi pro dan kontra di media sosial terkait kehadirannya di tengah massa aksi. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal wajar.

“Bagi saya, apapun orang mengatakan, apakah itu pencitraan atau cari muka, tidak masalah. Yang penting kehadiran saya bermanfaat bagi warga,” ucapnya.

Ia menegaskan, kehadirannya bertujuan menenangkan massa dan mencegah kerusuhan yang bisa merusak bangunan bersejarah seperti Gedung Sate, Gedung Yayasan Pendidikan Telkom, dan Gedung PT Pos Indonesia.

KDM menyebut aksi unjuk rasa merupakan hal yang normal dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar aksi dilakukan dengan tertib dan terkoordinasi.

“Silakan sampaikan (aspirasi). Tetapi hari ini banyak orang yang tiba-tiba datang, terbakar, bahkan ada yang melakukan tindakan kriminal seperti menusuk, mencuri motor. Ini yang harus kita minimalisir. Kalau berdemonstrasi, harus ada koordinator, penanggung jawab, dan materi yang jelas,” tegasnya.

Menurutnya, aksi ricuh terjadi karena banyak massa yang datang tanpa tujuan yang jelas.

“Sekarang banyak yang tidak ada materinya, pokoknya rame dan rusuh. Ini yang kita hindari. Tidak boleh ada kerusuhan. Kita bersama TNI dan Polri akan terus sigap mengatasi semua persoalan,” katanya

Selain itu, Gubernur KDM menegaskan komitmennya untuk terus mendengar aspirasi warga Jawa Barat.

“Kita konsisten merespons dan memperbaiki diri agar kekurangan bisa segera disempurnakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Len Perluas Dampak CSR untuk 13 Ribu Penerima Manfaat
Pesta Juara Persib, KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun
30 Kecamatan di Kota Bandung Siap Gelar Nobar Persib vs Persijap
Tingkatkan Pelayanan dan Distribusi Logistik, KAI Siapkan Armada Baru
Ribuan Meter Rel Diganti, Perjalanan KA di Daop 2 Makin Aman dan Nyaman
Bank Butuh SDM Yang Kuasai Bahasa Isyarat
Jabar Kebut Pembentukan Ribuan Koperasi Merah Putih
Silaturahmi Akbar PJT Perkuat Jejaring Perantau dan UMKM Jawa Tengah di Bandung Raya

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:30 WIB

Len Perluas Dampak CSR untuk 13 Ribu Penerima Manfaat

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

Pesta Juara Persib, KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

30 Kecamatan di Kota Bandung Siap Gelar Nobar Persib vs Persijap

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:27 WIB

Tingkatkan Pelayanan dan Distribusi Logistik, KAI Siapkan Armada Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:26 WIB

Ribuan Meter Rel Diganti, Perjalanan KA di Daop 2 Makin Aman dan Nyaman

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Len Perluas Dampak CSR untuk 13 Ribu Penerima Manfaat

Senin, 25 Mei 2026 - 11:30 WIB

BERITA UTAMA

Pesta Juara Persib, KAI Minta Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:29 WIB

BERITA UTAMA

30 Kecamatan di Kota Bandung Siap Gelar Nobar Persib vs Persijap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB