Bandung (BRS) – Ratusan produk unggulan UMKM dari seluruh Jawa Barat hasil pembinaan dan kurasi Bank Indonesia (BI) tampil dalam ajang Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026 yang berlangsung di Trans Convention Centre dan Trans Studio Mall Bandung, 26–28 Juni 2026. Pameran ini menjadi etalase bagi produk-produk lokal berkualitas yang dipersiapkan untuk bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Sebanyak 260 booth menghadirkan beragam produk unggulan mulai dari fesyen, kriya, makanan dan minuman, produk halal, desa wisata, hingga kerajinan khas dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil pembinaan dan kurasi sehingga memiliki kualitas, daya saing, serta nilai tambah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas AM Djiwandono, mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Karena itu, penguatan kualitas produk, kapasitas usaha, hingga akses pasar harus terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“UMKM merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. Dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya saat membuka Sunda Karsa Fest 2026, Jumat (26/6/2026) secara daring.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan yang dilakukan BI Jawa Barat. Hingga Mei 2026, BI Jabar telah membina 181 UMKM yang terdiri atas sektor pangan olahan, fesyen, kriya, klaster pangan strategis, serta desa wisata. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga digitalisasi usaha, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor.
Hasilnya mulai terlihat. Program digital farming mampu meningkatkan produktivitas cabai keriting hingga 175 persen dan cabai rawit sebesar 120 persen, sekaligus menekan biaya produksi. Sementara program UMKM Go Digital mencatat peningkatan transaksi penjualan digital mencapai 79,30 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan seluruh produk yang dipamerkan dalam KKJ 2026 merupakan representasi kesiapan UMKM Jawa Barat untuk naik kelas dan memasuki pasar global.
“Melalui Sunda Karsa Fest, kami ingin memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, memperkuat ekonomi kreatif, mendorong digitalisasi, sekaligus membangun daya saing produk Jawa Barat agar mampu bersaing di pasar internasional,” kata Junanto.
Ia menjelaskan, tema “Memelihara Ekosistem Ekonomi Budaya Digital dan Keseimbangan Ekologi Menuju Jabar Istimewa” mencerminkan arah pengembangan UMKM berbasis budaya, teknologi digital, dan keberlanjutan lingkungan.
Digitalisasi juga menjadi fokus utama. BI mencatat penggunaan QRIS di Jawa Barat telah menjangkau sekitar 13,8 juta pengguna dan 10,4 juta merchant yang mayoritas merupakan pelaku UMKM. Selain itu, kolaborasi dengan platform e-commerce turut membuka peluang pemasaran digital bagi lebih dari 1.258 UMKM.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengapresiasi penyelenggaraan KKJ 2026 sebagai wadah strategis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui ekosistem usaha yang kuat, kolaboratif, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, pameran produk UMKM seperti Sunda Karsa Fest menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kualitas produk unggulan Jawa Barat kepada dunia.
Selain pameran produk, KKJ 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti business matching, seminar, talkshow, fashion show wastra Jawa Barat, kompetisi, pasar murah, donor darah, layanan publik, hingga edukasi ekonomi sirkular melalui program penukaran sampah botol plastik.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia mempercepat lahirnya UMKM Jawa Barat yang inovatif, berdaya saing, dan siap menembus pasar global.






