Ono : Harus Ada Political Will Tuntaskan Persoalan Dasar Rakyat

Senin, 22 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Tinggal menghitung hari pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPRD dan DPD.

Dan semalam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat keempat Pemilihan Presiden yang mempertemukan tiga calon wakil presiden di Jakarta Convention Center, Minggu (21/1/2024).

Debat semalam mengambil tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, serta Masyarakat Adat dan Desa.

“Tema debat kali ini terkait dengan pangan, sumber daya alam, energi, agraria, dan lainnya, yang merupakan persoalan dasar masyarakat yang sampai saat ini masih ada permasalahan yang belum terselesaikan,” ucap Ketua Tim Pemenangan Daerah Ganjar Pranowo – Mahfud MD Jawa Barat Ono Surono, di sela-sela nonton bareng debat cawapres di Lapang Tegalega, Kota Bandung.

Ono menyebut, bahwa dari persoalan pangan sampai saat ini masih mengandalkan impor termasuk impor beras.

Selain itu, Ono juga mengatakan, jika alokasi untuk pupuk subsidi selalu ada pengurangan di tiap tahunnya yang membuat komoditas itu sulit diperoleh oleh petani.

“Terkait reforma agraria, memang saat ini pemerintah memiliki program memberikan lahan-lahan kepada rakyat atau petani yang berasal dari kawasan yang dikelola oleh Perhutani. Tapi saya melihat masih banyak petani yang belum mendapatkan itu. Dan per hari ini, rata-rata kepemilikan lahan oleh petani itu hanya 0,2-0,5 hektar, sedangkan pengusaha sawit, pengusaha kebun bisa menguasai hingga ratusan ribu hektar walaupun dalam bentuk HGU,” ungkap Ono.

Berdasarkan apa yang dijawab oleh calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD di dalam debat, itu harus ada perbaikan data guna menuntaskan persoalan tersebut.

Peraturan perundang-undangan terkait persoalan yang diangkat dalam debat, lanjut Ono, sudah ada, hanya saja pemerintah belum berani mengeksekusinya secara penuh.

“Pak Mahfud tadi menyampaikan masih ada oknum-oknum yang menghambat eksekusi-eksekusi tersebut. Sehingga harus ada political will dari presiden yang akan datang agar peraturan-peraturan tersebut berpihak kepada rakyat dan memberikan kesejahteraan kepada rakyat,” jelas Ono.

Di sisi lain Ono mengatakan, jika masyarakat Jawa Barat sampai sekarang masih banyak yang belum menentukan pilihannya, padahal sudah empat kali debat calon presiden dan wakil presiden digelar KPU.

Menurutnya, kondisi ini terjadi lantaran masyarakat masih ingin mendapat secara jelas visi misi, dan program yang dimiliki pasangan calon presiden dan wakil presiden melalui seluruh debat yang diselenggarakan KPU.

“Saya melihat masih ada sebagian pemilih di Jawa Barat yang tidak mau asal pilih. Mereka pemilih cerdas, mereka ingin melihat seorang calon presiden dan calon wakil presiden memiliki political will, niat untuk menjadikan Indonesia jauh lebih baik. Dan semoga rakyat Jawa Barat cerdas untuk memilih yang sudah terbukti kemampuan dan integritasnya, yaitu pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” pungkas Ono.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:42 WIB

PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home

Berita Terbaru