Pemprov Jabar Ingatkan Kepala Daerah Untuk Siap Siaga Bencana Jelang Pemilu

admin

admin

Bandung (BRS) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa dari akhir Januari hingga Maret 2024, Jawa Barat (Jabar) akan dilanda cuaca ekstrim.

Menyikapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin meminta kepada seluruh Kepala Daerah di 27 Kabupaten/Kota, serta para stakeholders untuk dapat mengantisipasi hal tersebut, terlebih tidak lama lagi akan digelar Pemilu 2024.

Hal itu ditegaskanny saat memimpin apel Kesiapsiagaan Bencana pada Pemilu 2024 di depan Gedung Sate, Jumat (2/2/2024),

Bey menyebut, bencana banjir atau longsor yang memang rawan terjadi di berbagai daerah di Jabar, berpotensi menghambat distribusi logistik sampai ke pelosok, surat suara setelah hari pencoblosan 14 Februari 2024, atau menghambat pencobosan karena tempat pemungutan suara (TPS) terendam banjir misalnya.

“Kita tahu bahwa Jabar provinsi rawan bencana, dan juga berdasarkan informasi dari BMKG puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2024,” tegas Bey.

Bey mengingatkan, Jabar provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak yakni 35,7 juta pemilih, dan akan tersebar di 140.457 TPS. Sehingga jika pemilu di Jabar terganggu bencana, maka akan berdampak signifikan pada kelancaran pemilu secara keseluruhan.

Bey meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu perlu memetakan TPS di lokasi rawan bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan menyebut, pihaknya telah menyiapsiagakan lebih dari seribu personel untuk membantu mengantisipasi jika terjadi bencana saat pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kami mendukung penyelenggaraan pemilu yang aman dari bencana. Sebelumnya BPBD telah melaksanakan pelatihan gabungan meningkatkan skill competition antara BPBD dan para relawan se Jabar,” kata Dani.

Dani juga menyebut ada dua momen krusial saat pemilu, yaitu secara khususnya saat pemungutan suara dan rekapitulasi suara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di WA Channel Dan Google News:

BERITA TERBARU