Bey Sebut Dirinya Tidak Berminat Untuk Jadi Gubernur Jabar Definitif

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Tujuh bulan lagi seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta, secara bersamaan akan kembali ramai dengan hiruk pikuk gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik memilih gubernur, wali kota, dan bupati beserta masing-masing wakilnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan bahwa hari Rabu 27 November 2024 menjadi waktu serentak pelaksanaan Pilkada.

Terkait dengan Pilkada ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin mengemukakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Jabar.

“Tidak, saya tidak tertarik. Dari awal saya sudah menegaskan bahwa di sini saya bertugas mengisi kekosongan Gubernur di Jawa Barat sampai nanti terpilih Gubernur definitif,” jawab Bey saat ditanya mengenai adanya wacana dan dorongan dari elemen masyarakat kepadanya untuk maju di Pilgub Jabar 2024 di Bandung, Kamis (2/5/2024).

Bey kembali menegaskan bahwa dirinya saat ini hanya bertugas sebagai Penjabat Gubernur Jabar menggantikan Gubernur sebelumnya (Ridwan Kamil) hingga terpilih Gubernur baru pada Pilkada Serentak di November mendatang.

“Tugas lainnya adalah harus menjaga dan memastikan pelaksanaan pilkada di Jabar ini harus terlaksana dengan jujur, adil, transparan,” tegas Bey.

“Dan ASN pun harus netral. Ini saya tekankan lagi, bahwa ASN di lingkungan Pemprov Jabar harus benar-benar netral,” kata Bey.

“Niat saya pun hanya membawa masyarakat Jawa Barat lebih maju, ditambah jalur birokrasi untuk berpikir sistematis, berinovasi, dan respons yang cepat dalam setiap perubahan di masyarakat,” imbuhnya.

Bey menyebut selama bertugas di Jawa Barat hingga terpilihnya Gubernur yang definitif nanti, seharusnya Jawa Barat sudah bisa lebih maju lagi melalui birokrasi sebagai penggeraknya. Karenanya, ia menekankan agar kedisiplinan dan juga birokrasi di Jabar bisa bergerak secara cepat dalam pembangunan.

“Berpikirnya hanya masalah ketahanan pangan, sekarang pendidikan, SDM seperti apa, itu saja. Yang penting Jawa Barat harus lebih maju. Jadi saya tegaskan kembali kalau saya tidak akan maju di pilkada. Sudahlah. Saya cukup sampai pilkada, dan ada gubernur definitif,” pungkasnya.

Diketahui bahwa pada November 2024 mendatang menjadi waktu serentak dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di hampir seluruh Indonesia. KPU sudah menetapkan, bahwa Rabu 27 November 2024 menjadi hari dilakukannya pemungutan suara untuk memilih Gubernur, Walikota, dan Bupati beserta para wakil-wakilnya.

Berita Terkait

Hingga Medio 2026, Pemkot Bandung Sudah Rapikan 41 Titik Kabel Semrawut
KA Sangkuriang Melejit, Jalur Selatan Kembali Jadi Primadona
Sikat Penunggak Pajak, DJP Jabar I Blokir 275 Rekening Senilai Rp224,6 Miliar
Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional
PMI Bandung Luncurkan Lab Darah Digital Pertama di Indonesia
Peminat Sedikit, Pemkot Ajukan Perpanjangan Lelang Pengelola Kebun Binatang
Waspada Bencana: Bio Farma Perkuat Literasi Kesehatan SMK di Cililin
Mengurai Benang Kusut Tanggung Jawab Kecelakaan Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:07 WIB

Hingga Medio 2026, Pemkot Bandung Sudah Rapikan 41 Titik Kabel Semrawut

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:06 WIB

KA Sangkuriang Melejit, Jalur Selatan Kembali Jadi Primadona

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:05 WIB

Sikat Penunggak Pajak, DJP Jabar I Blokir 275 Rekening Senilai Rp224,6 Miliar

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:04 WIB

Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 11:02 WIB

Peminat Sedikit, Pemkot Ajukan Perpanjangan Lelang Pengelola Kebun Binatang

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

KA Sangkuriang Melejit, Jalur Selatan Kembali Jadi Primadona

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:06 WIB

BERITA UTAMA

Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:04 WIB