Angka Stunting Kabupaten Bekasi Tahun 2022 Turun 3,7 Persen

Jumat, 24 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan angka kasus stunting terus menurun hingga mencapai angka terendah, seiring dengan upaya penanganan dan pencegahan yang terus dilakukan.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden kepada seluruh kepala daerah di Indonesia, yakni harus menekan angka prevalensi stunting maksimal 14 persen di tahun 2024.

“Alhamdulillah, angka stunting di Kabupaten Bekasi dari tahun 2021 ke 2022 turun 3,7 persen dari 21 persen turun ke 17 persen. Jadi kita masih ada target 3 persen, untuk bisa turun ke 14 persen tahun depan,” kata Dani Ramdan usai Rapat Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2023 di Aula KH. Noer Alie, Kantor Bupati Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (23/02/2023).

Adapun upaya pemerintah daerah terhadap pencegahan stunting, lanjut Dani, yakni bekerjasama dan berbagi tugas dengan semua pihak, terutama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB), Puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Pencegahan sendiri banyak di KUA karena semua yang akan nikah ke KUA. Nanti, disana akan menerima penyuluhan Pra Nikah. Dimana, pada penyuluhan pernikahan itu, kita meminta pada KUA bekerjasama dengan Puskesmas untuk mengecek apakah calon pengantin perempuannya anemia atau tidak. Karena salah satu penyebab stunting itu kalau ibu hamil mengalami anemia atau kurang darah,” terangnya.

Dani menuturkan, apabila calon pengantin perempuannya terdeteksi kurang darah, maka harus diperiksa ke Puskesmas untuk diberi pil penambah darah secara gratis.

“Sehingga ketika dia mengalami kehamilan dalam kondisi siap dan sehat,” ujarnya.

Disamping itu, lanjut Dani, pihak Puskesmas akan mengajarkan mengenai pola konsumsi atau pola makan, baik selama kehamilan maupun selama anak balita.

“Itu menjadi kunci dari pencegahan stunting,” tegasnya.

Adapun penanggulangan bagi anak yang sudah terkena sunting, kata dia, hal itu menjadi prioritas lainnya bagi Puskesmas dan BPPKB melalui Posyandu di bawahnya.

“Agar nanti diberi makanan tambahan, kemudian ASI eksklusif dan juga pemeriksaan kesehatan lainnya,” tukasnya.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB