Januari 2024, Inflasi Jabar 3,02 Persen

Senin, 5 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ikustrasi/pngtree

Bandung (BRS) – Pada Januari 2024 terjadi inflasi secara tahunan  (year on year/YoY) Provinsi Jawa Barat sebesar 3,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,76.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,90 persen dengan IHK sebesar 108,37 dan terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 1,90 persen dengan IHK sebesar 105,00.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Marsudijono dalam konferensi pers mengatakan, inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,51 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,98 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 2,69 persen, kelompok transportasi sebesar 0,62 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,16 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,51 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,82 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen,” kata Marsudijono di Kota Bandung, Kamis (1/2/2024).

Tingkat inflasi month to month dan tingkat inflasi year to date Jabar bulan Januari 2024 masing-masing sebesar 0,15 persen.

Sementara itu BPS mencatat neraca perdagangan Desember 2023 Jabar mengalami surplus dari sisi nilai sebesar 1,80 miliar dolar AS.

Nilai tersebut ditunjang oleh surplus komoditi nonmigas sebesar 1,94 miliar dolar AS. Sedangkan komoditi migas defisit sebesar 143,83 juta dolar AS.

Dari sisi volume perdagangan luar negeri, pada Desember 2023 terjadi surplus sebesar 259,55 ribu ton, yang disumbang oleh surplus komoditi nonmigas sebesar 456,20 ribu ton. Sedangkan komoditi migas defisit sebesar 196,64 ribu ton.

Dilihat dari transaksi perdagangan nonmigas dengan 13 negara mitra dagang utama, pada periode Desember 2023, Jabar mengalami defisit neraca perdagangan dengan China dan Taiwan senilai 85,08 juta dolar AS, menurun dibanding bulan sebelumnya yang defisit hingga sebesar 89,02 juta dolar AS.

Sedangkan perdagangan nonmigas dengan negara utama lainnya menunjukkan surplus. Surplus neraca perdagangan terbesar adalah dengan Amerika Serikat mencapai 447,64 juta dolar AS.

Berita Terkait

Waspada Campak Saat Arus Mudik Lebaran, Dinkes Jabar Ingatkan Pentingnya Imunisasi Anak
PLN Jabar Siagakan Ribuan Personel dan Cadangan Daya Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Lebaran
Mudik Lebaran 2026, Berikut Jalur Utama Di Jabar Yang Diprediksi Padat
DPR Minta Program Makan Bergizi Gratis Dikawal Ketat
Bandung Bidik Modest Fashion Jadi Motor Ekonomi Baru
Bandung Bersiap Sambut BRT, 232 Halte Mulai Dibangun di 22 Kecamatan
321 Sambungan Listrik Gratis Terangi Ramadan, PLN UID Jabar Gandeng Pemda dan TNI
Angkot hingga Andong di Jalur Mudik Jabar Diliburkan, Sopir Dapat Uang Saku

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:06 WIB

Waspada Campak Saat Arus Mudik Lebaran, Dinkes Jabar Ingatkan Pentingnya Imunisasi Anak

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:04 WIB

PLN Jabar Siagakan Ribuan Personel dan Cadangan Daya Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:03 WIB

Mudik Lebaran 2026, Berikut Jalur Utama Di Jabar Yang Diprediksi Padat

Senin, 9 Maret 2026 - 10:03 WIB

DPR Minta Program Makan Bergizi Gratis Dikawal Ketat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:00 WIB

Bandung Bersiap Sambut BRT, 232 Halte Mulai Dibangun di 22 Kecamatan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

DPR Minta Program Makan Bergizi Gratis Dikawal Ketat

Senin, 9 Mar 2026 - 10:03 WIB