Pemkot Bandung Akan Permudah Perizinan Dan Administrasi Bagi UMKM

Minggu, 27 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Sebagai salah satu pilar perekonomian, keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Prmkot) Bandung. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat eksistensinya.

Usai membuka Festival Kuliner Takbenda dan Festival Sentra Industri Kota Bandung di Cihampelas Walk, Sabtu (26/4/2025), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan berbagai langkah strategis yang sedang dan akan dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan UMKM di Bandung.

“UMKM butuh didukung dengan kemudahan, terutama dalam perizinan dan administrasi. Karena kita tahu, banyak UMKM perlu perizinan lengkap agar bisa bankable dan mengakses permodalan,” ungkap Walikota Farhan.

Walikota Farhan menyebut Pemkot Bandung tengah mengupayakan berbagai kemudahan untuk UMKM. Mulai dari penyederhanaan perizinan, kemudahan administrasi agar UMKM menjadi bankable, hingga insentif fiskal.

“Ada tiga hal utama, yaitu insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar daya beli meningkat,” jelas Walikota kepada awak media.

“Ketika daya beli naik, konsumsi meningkat, produk UMKM pun ikut berkembang, iya kan?” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Walikota, Pemkot Bandung juga akan memberikan insentif berupa subsidi perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan sektor swasta.

Lebih jauh, Walikota Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung juga membuka seluas-luasnya peluang investasi dan bisnis bagi kelompok pengusaha menengah hingga besar, untuk menciptakan lapangan kerja baru.

“Kita berikan berbagai insentif di sektor pariwisata, properti, dan event-event festival. Tujuannya jelas, ekonomi Bandung harus terus bergerak,” ucapnya.

Walikota mengungkapkan sejumlah langkah nyata juga telah dipersiapkan, antara lain:

– Diskon pajak retribusi untuk event insidental seperti festival musik, seni, dan budaya.
– Dukungan penuh terhadap festival baru, seperti festival seni bela diri, festival religi, hingga festival kecantikan.
– Promosi Kota Bandung dengan brand baru “Ibukota Asia Afrika” tahun 2025.

“Kita ingin Bandung bukan hanya kreatif, tapi juga menjadi kota dengan ekonomi berbasis partisipasi masyarakat. Semua sektor harus bergerak bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:24 WIB

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WIB

Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda

Berita Terbaru