Program Militer Gubernur Dedi Mulyadi Didukung KemenHAM Jabar

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Di tengah pro-kontra publik soal program pendidikan karakter berbasis barak militer bagi siswa SMA bermasalah, dukungan justru datang dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil KemenHAM) Jawa Barat.

Kepala Kanwil, Hasbullah, menyebut langkah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebagai upaya konkret menangani krisis moral remaja.

“Masalah kenakalan remaja ini sudah menahun. Program dari pusat pun belum ada langkah nyata. Apa yang dilakukan Pak Dedi, menurut saya, adalah bentuk solusi alternatif yang patut dicoba,” kata Hasbullah, Senin (5/5/2025).

Program kontroversial ini menuai kritik, terutama dari Komnas HAM, karena menyeret pendekatan militer ke ranah pendidikan sipil. Namun, Hasbullah menilai urgensi dan konteks harus dipertimbangkan.

Ia menyebut Gubernur Dedi sebagai sosok pragmatis yang menawarkan aksi, bukan sekadar wacana.

“Orang sudah lelah dengan seminar dan diskusi tanpa ujung. Masyarakat butuh hasil nyata,” tegasnya.

Meski belum ada kajian komprehensif secara regulatif, program ini tetap berjalan. Puluhan siswa telah mengikuti pendidikan karakter di barak militer di Purwakarta dan Kota Bandung, dengan persetujuan orang tua.

“Orang tua yang menitipkan anak-anaknya ke program ini bukan karena dipaksa, tapi karena merasa sudah tidak mampu lagi menangani anaknya di rumah. Ini bentuk ikhtiar,” tambahnya.

Hasbullah juga membantah anggapan bahwa pendekatan militer berarti kekerasan.

“Saya tonton sendiri di YouTube beliau, tidak ada kekerasan. Yang ada adalah penanaman nilai disiplin dan karakter,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa program ini layak dievaluasi secara objektif, bukan dihujat sepihak.

“Kalau mau bicara HAM, mari kita lihat dari berbagai sisi. Jangan langsung menghakimi,” jelasnya lagi.

Hasbullah berharap ke depan, Pemprov Jabar membuka ruang kolaborasi dengan Kanwil KemenHAM agar program serupa dapat dikawal dari perspektif hukum dan hak asasi manusia.

“Konten-konten Pak Dedi hari ini 90% bersinggungan dengan isu HAM: dari lingkungan, anak, hingga pelayanan publik. Kami siap dilibatkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:24 WIB

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WIB

Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda

Berita Terbaru