Tahun Depan, Ada Jembatan Baru Di Wilayah Kota Bandung

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Salah satu yang menjadi penyebab sulitnya aksesibilitas warga di wilayah Pasir Impun dan wilayah Sindang Jaya, adalah tidak adanya jembatan penghubung di antara keduanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana akan membangun jembatan penghubung antara Kelurahan Pasir Impun dan Kelurahan Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati.

Pembangunan jembatan tersebut bisa menghemat waktu dan jarak yang menghubungkan Pasir Impun dengan Sindang Jaya.

Untuk memastikan rencana berjalan tepat waktu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin meninjau lokasi pembanguan, Jumat (27/6/2025).

“Pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat yang sangat penting. Jembatan ini akan mempermudah akses, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus bersekolah ke SMP 53 dengan memutar sejauh 4 kilometer,” kata Erwin.

Erwin memastikan, Pemkot Bandung berkomitmen memperjuangkan pembangunan jembatan ini secepat mungkin.

“Ini sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam aspek aksesibilitas, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengungkapkan, target pembangunan jembatan dimulai pada tahun 2026. Diawali dengan penyusunan Dokumen Engineering Detail (DED) yang menjadi tahap awal perencanaan teknis.

“Kami akan upayakan agar penyusunan DED bisa dipercepat. Jika evaluasi dari Gubernur Jawa Barat memungkinkan, perencanaan bisa dimulai tahun 2025 dan fisik jembatan dibangun tahun 2026,” terang Didi.

Ia menjelaskan, jembatan yang akan dibangun bersifat permanen. Model jembatan apakah menggunakan struktur gantung atau gelagar akan ditentukan setelah DED selesai disusun.

Sedangkan Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Robin menyampaikan, tinjauan ini merupakan bagian dari upaya wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan warga.

“Warga harus memutar jauh untuk ke sekolah dan mengurus administrasi. Kami harap DED bisa segera dikerjakan tahun ini agar pembangunan fisik bisa dilakukan pada 2026. Semoga jembatan ini membawa berkah dan manfaat besar bagi warga,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Jumat, 11 September 2026 - 08:41 WIB

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut

Berita Terbaru

BEKASI TERKINI

Pertamina dan Jababeka Lanjutkan Kolaborasi Menuju Net Zero Emission

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:48 WIB