Perbankan Jabar Tumbuh Moderat, Stabilitas Tetap Terjaga

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memastikan kinerja sektor jasa keuangan tetap solid pada awal 2026, di tengah tekanan ekonomi global dan nasional.

Kepala OJK Jabar, Darwisman, menyebut perbankan masih mencatat pertumbuhan positif. Hingga Januari 2026, aset tumbuh 5,27 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) 6,78 persen, dan kredit 2,57 persen (year-on-year).

“Kami melihat sektor jasa keuangan di Jawa Barat tetap stabil dan tumbuh positif. Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan masih kuat,” ucap Darwisman dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Penyaluran kredit mencapai Rp1.014,91 triliun atau tumbuh 2,57 persen YoY, menempatkan Jawa Barat sebagai penyalur kredit terbesar kedua nasional dengan kontribusi 11,92 persen. Namun, laju pertumbuhan kredit masih di bawah beberapa provinsi lain.

Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 3,39 persen. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat tinggi di 138,65 persen, menunjukkan fungsi intermediasi yang tetap agresif.

Kredit didominasi sektor rumah tangga Rp436,08 triliun (tumbuh 5,30 persen) dan industri pengolahan Rp168,63 triliun (tumbuh 6,91 persen). Perlambatan terjadi akibat penurunan di sektor perdagangan serta pertanian, seiring meningkatnya risiko kredit.

Meski demikian, sejumlah sektor mencatat kinerja positif dengan risiko relatif terkendali, seperti konstruksi, real estate, dan sektor lainnya.

“Kami terus mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif dengan risiko terukur agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap berkelanjutan,” kata Darwisman.

Perbankan konvensional masih mendominasi dengan pangsa di atas 88 persen untuk aset, DPK, dan kredit. Sementara itu, Bank Umum menguasai lebih dari 96 persen pangsa industri.

Di segmen BPR dan BPRS, aset tumbuh 4,92 persen menjadi Rp34,24 triliun, dengan kredit Rp24,69 triliun (tumbuh 5,99 persen). Namun, rasio NPL meningkat menjadi 13,63 persen dan laba turun signifikan.

Di sektor pasar modal, inklusi investor meningkat pesat dengan jumlah SID mencapai 4,03 juta (tumbuh 36,85 persen YoY). Nilai transaksi saham melonjak 146,06 persen menjadi Rp61,45 triliun.

Sementara itu, sektor pembiayaan, modal ventura, dan fintech juga menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan penyaluran dan risiko yang relatif terjaga.

“OJK akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi agar sektor jasa keuangan tetap tangguh, inklusif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Darwisman.

Berita Terkait

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan
6 Maskapai Siap Terbang Dari Bandara Husein, Rute ke Singapura Hingga Bali Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WIB

Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:19 WIB

Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa

Berita Terbaru