Bank Butuh SDM Yang Kuasai Bahasa Isyarat

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Kebutuhan industri perbankan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang mampu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) kini semakin mendesak. Di tengah dorongan layanan keuangan inklusif, kemampuan berkomunikasi dengan nasabah disabilitas dinilai menjadi kompetensi penting bagi petugas layanan atau frontliner bank.

Hal itu mengemuka dalam pelatihan Bisindo yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Jawa Barat bersama sejumlah mitra di Bandung Creative Hub, Senin (18/5/2026)  Sebanyak 38 frontliner dari 31 bank di Kota Bandung dinyatakan telah menuntaskan pelatihan tersebut.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026 dan langkah nyata memperkuat akses layanan keuangan bagi penyandang disabilitas.

Kepala Bagian Perekonomian Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi mengatakan, sektor perbankan saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan pelayanan umum, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang setara dengan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, kemampuan menggunakan bahasa isyarat menjadi nilai tambah penting bagi frontliner perbankan karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan nasabah.

“Ketika petugas bank mampu melayani menggunakan Bisindo, yang terbangun bukan hanya transaksi, tetapi juga rasa dihargai, diterima, dan memiliki tempat yang sama dalam kehidupan sosial maupun ekonomi,” kata Dicky.

Ia menilai, pelayanan publik yang inklusif menjadi indikator penting kemajuan sebuah kota. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM perbankan melalui pelatihan bahasa isyarat dinilai relevan dengan kebutuhan pelayanan modern yang lebih ramah dan manusiawi.

Selain meningkatkan kualitas layanan, pelatihan tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk terlibat di dunia kerja, termasuk di sektor jasa keuangan.

Dicky mengingatkan, pemerintah maupun sektor swasta memiliki kewajiban memberikan ruang kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman menegaskan bahwa layanan keuangan inklusif kini bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan kewajiban yang harus diterapkan seluruh lembaga jasa keuangan.

Ia merujuk pada Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang kesetaraan akses bagi konsumen disabilitas.

“Ini bukan lagi sekadar imbauan, tetapi kewajiban. Perusahaan jasa keuangan harus mengintegrasikan inklusi ke dalam kebijakan inti mereka,” katanya.

Menurut Darwisman, industri perbankan kini dituntut memiliki SDM yang peka, tanggap, dan mampu memberikan layanan setara kepada seluruh nasabah, termasuk penyandang disabilitas.

OJK Jabar sendiri mendorong penerapan konsep layanan inklusif “SETARA”, yakni Setara, Empati, Tanggap, Aman, Ramah, dan Aksesibel. Implementasinya mencakup penyediaan fasilitas fisik ramah disabilitas, layanan digital yang mudah diakses, hingga peningkatan kemampuan komunikasi petugas bank melalui pelatihan Bisindo.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif “DIA KITA” atau Disabilitas Berdaya dan Keuangan Inklusif Tercipta yang digagas OJK Jawa Barat bersama DILANS Indonesia dan sejumlah mitra.

Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy menyebut pelatihan tersebut menjadi langkah konkret membangun ekosistem layanan publik yang lebih inklusif di Kota Bandung.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan nyata untuk memastikan disabilitas menjadi subjek pembangunan yang setara,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jabar Kebut Pembentukan Ribuan Koperasi Merah Putih
Silaturahmi Akbar PJT Perkuat Jejaring Perantau dan UMKM Jawa Tengah di Bandung Raya
Gegara Truk Parkir Dekat Rel, Perjalanan KA Papandayan Terganggu
Bandung Bersiap Menyambut Kirab Tatar Sunda
Sampai Akhir April 2026 Penumpang KA Daop 2 Bandung Naik 9 Persen
BI Bersama Bareskrim Tegaskan Komitmen Jaga Keaslian Rupiah
Libur Panjang Diprediksi Ramai, Daop 2 Siapkan Kereta Tambahan
Gaspol Hingga Tasyrik, Pemkot Bandung Kerahkan 184 Petugas Jamin Hewan Kurban Sehat dan Layak

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:25 WIB

Bank Butuh SDM Yang Kuasai Bahasa Isyarat

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:24 WIB

Jabar Kebut Pembentukan Ribuan Koperasi Merah Putih

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIB

Silaturahmi Akbar PJT Perkuat Jejaring Perantau dan UMKM Jawa Tengah di Bandung Raya

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:15 WIB

Gegara Truk Parkir Dekat Rel, Perjalanan KA Papandayan Terganggu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:14 WIB

Bandung Bersiap Menyambut Kirab Tatar Sunda

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Bank Butuh SDM Yang Kuasai Bahasa Isyarat

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:25 WIB

BERITA UTAMA

Jabar Kebut Pembentukan Ribuan Koperasi Merah Putih

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:24 WIB

BERITA UTAMA

Gegara Truk Parkir Dekat Rel, Perjalanan KA Papandayan Terganggu

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:15 WIB

BERITA UTAMA

Bandung Bersiap Menyambut Kirab Tatar Sunda

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:14 WIB