Triwulan I 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh dan Lampaui Nasional

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyebut adanya pertumbuhan ekonomi Jabar sebesar 0.24 persen pada kuartal pertama di triwulan I 2026, dan secara tahunan di triwulan yang sama, meningkat 5,79 persen.

Dalam paparannya, Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara tahunan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,61 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jabar di triwulan I 2026 mencapai 5,79 persen, dan ini melampaui ekonomi nasional yang tumbuh 5,61 persen,” ucapnya di Bandung, Selasa (5/5/2026).

Margaretha mengatakan, sumber pertumbuhan atau andil tertinggi dari sisi lapangan usaha disumbang oleh sektor industri sebesar 1,65 persen, transportasi sebesar 0,81 persen, infokom sebesar 0,58 persen, akomodasi dan makan minum sebesar 0,51 persen, dan perdagangan sebesar 0,45 persen.

Lalu juga konsumsi rumah tangga sebesar 3,27 persen, konsumsi pemerintah sebesar 1,82 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 1,06 persen, dan kosumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 0,04 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga dengan besarnya penduduk Jabar menjadi kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi saat ini,” kata Margaretha.

Kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak subsidi ditengah perang Iran melawan Amerika-Israel juga memperkuat pertumbuhan ekonomi Jabar.

“Peran Iran melawan Amerika-Israel berpengaruh, tetapi pemerintah berjuang untuk menumbuhkan ekonomi,” ungkapnya.

Kondisi Ketenagakerjaan Membaik

Angka penyerapan tenaga kerja juga menggembirakan. Pada Februari 2026, penduduk Jabar yang bekerja sebanyak 25,10 juta orang, naik 0,11 juta orang dari Februari 2025. Lapangan pekerjaan dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Perdagangan Besar dan Eceran yaitu 5,47 juta orang atau sebesar 21,81 persen.

Di sisi lain, persentase setengah pengangguran mengalami penurunan sebesar 0,09 persen, yaitu dari 7,57 persen pada Februari 2025 menjadi 7,48 persen pada Februari 2026. Demikian juga untuk pekerja paruh waktu mengalami penurunan sebesar 0,17 persen dibandingkan Februari 2025.

Sementara, tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 sebesar 6,64 persen, turun sebesar 0,10 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 6,74 persen.

Tiga lapangan usaha dengan penyerapan lapangan kerja terbanyak adalah perdagangan besar dan eceran, industri serta pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan masih berpotensi dalam mendorong perekonomian dan penyerapan tenaga kerja,” ucap Margaretha.

Berita Terkait

Job Fair Bandung 2026 Buka Ribuan Lowongan, Jadi Senjata Tekan Pengangguran
BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat
Farhan : Walau Harga Kedelai Naik, Tahu Tempe Jangan Stop Produksi
Libur Panjang, Tiket KA Dari Bandung Diserbu
Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan
KA Cikuray Hadir Dengan Kereta Khusus Petani, Perjalanan Garut–Jakarta Makin Terjangkau
WIITEX 2026 Dorong Kopi, Teh dan Kakao Jabar Tembus Pasar Dunia
Pajak UMKM Dipermudah, PP 20/2026 Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:53 WIB

Job Fair Bandung 2026 Buka Ribuan Lowongan, Jadi Senjata Tekan Pengangguran

Senin, 15 Juni 2026 - 11:52 WIB

BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:51 WIB

Farhan : Walau Harga Kedelai Naik, Tahu Tempe Jangan Stop Produksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:50 WIB

Libur Panjang, Tiket KA Dari Bandung Diserbu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:49 WIB

Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

BPR dan BPRS Perkuat Akses Keuangan Masyarakat

Senin, 15 Jun 2026 - 11:52 WIB

BERITA UTAMA

Farhan : Walau Harga Kedelai Naik, Tahu Tempe Jangan Stop Produksi

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:51 WIB

BERITA UTAMA

Libur Panjang, Tiket KA Dari Bandung Diserbu

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:50 WIB

BERITA UTAMA

Dari Cirebon, OJK Siapkan Pasukan Literasi Keuangan

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:49 WIB