KAI Daop 2 Bandung Tak Bosan Ingatkan Penumpang Teliti dan Jaga Barang Bawaan

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Peningkatan layanan terus dilakukan PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung. Namun di balik kenyamanan perjalanan kereta api, masih banyak pelanggan yang kurang teliti saat membawa barang bawaannya. Kondisi ini terlihat dari masih ditemukannya ratusan barang yang tertinggal setiap bulan, baik di dalam kereta maupun di area stasiun.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 2 Bandung mencatat sebanyak 1.479 barang milik pelanggan berhasil diamankan melalui layanan Lost and Found. Dari jumlah tersebut, 527 di antaranya merupakan barang berharga seperti telepon seluler, laptop, uang tunai hingga perhiasan, dengan total nilai mencapai sekitar Rp899,9 juta.

Selain barang berharga, petugas juga menemukan 926 barang biasa seperti pakaian, helm, dan perlengkapan pribadi lainnya, serta 16 barang berupa makanan yang tertinggal usai perjalanan.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya jumlah barang yang tertinggal menjadi pengingat bahwa kewaspadaan pelanggan masih perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, kebiasaan sederhana memeriksa barang sebelum meninggalkan tempat duduk dapat mencegah kerugian yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan agar selalu melakukan pengecekan kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun. Luangkan beberapa saat untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal di rak bagasi, di bawah tempat duduk, maupun di area sekitar tempat duduk. Langkah sederhana ini dapat mencegah hilangnya barang-barang berharga yang tentunya sangat penting bagi pelanggan,” kata Kuswardojo di Bandung, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, setiap barang yang ditemukan petugas langsung diamankan sesuai prosedur Lost and Found. Seluruh barang didata, disimpan, kemudian diverifikasi agar dapat dikembalikan kepada pemilik yang sah.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar setiap barang yang ditemukan dapat kembali kepada pemiliknya. Namun demikian, kewaspadaan pelanggan tetap menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya barang tertinggal selama perjalanan,” tambahnya.

KAI juga memiliki ketentuan masa penyimpanan barang sesuai kategorinya. Makanan yang mudah basi disimpan selama 1×24 jam, sedangkan makanan kering hingga tujuh hari. Barang biasa seperti pakaian atau perlengkapan pribadi akan disimpan selama satu bulan. Sementara barang berharga, seperti telepon seluler, laptop, uang tunai, dan perhiasan, disimpan hingga tiga bulan.

Apabila melewati batas waktu penyimpanan tanpa ada klaim dari pemilik, makanan akan dimusnahkan, barang biasa disalurkan kepada lembaga sosial, sedangkan barang berharga akan diserahkan kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang selama menggunakan kereta api, KAI mengimbau agar segera melapor kepada petugas di stasiun terdekat atau menghubungi Contact Center KAI 121. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat ditemukan dan dikembalikan.

Melalui edukasi yang terus dilakukan, KAI Daop 2 Bandung berharap pelanggan semakin membiasakan diri memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan stasiun. Dengan begitu, perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran akibat barang yang tertinggal.

Berita Terkait

IPM Jabar 2025 Tembus 75,90 Poin, Kenaikan Tertinggi se-Indonesia Dorong Masuk 10 Besar Nasional
Batik Walk 2026 Dorong Batik Tetap Hidup di Era Digital
Razia Serentak di Jabar, 3,1 Juta Jiwa Terselamatkan Dari Barang Terlarang
Jelang Final Piala Presiden, KAI Daop 2 Minta Penumpang Antisipasi Kemacetan Menuju Stasiun
KAI Daop 2 Pastikan Jalur Aman, Perjalanan Kereta Kembali Normal Usai Gempa Pangandaran
Jelang 2027, OJK Kebut Pembentukan Bursa Mineral di Tengah Lonjakan Transaksi Kripto
Wisata Literasi Hadir di Bandung, BI Jabar dan Pemkot Padukan Buku, Kuliner, Hingga Edukasi Digital
Garut Mundur, Pemprov Jabar Ambil Alih MTQ Tingkat Provinsi, Digelar Januari 2027

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

IPM Jabar 2025 Tembus 75,90 Poin, Kenaikan Tertinggi se-Indonesia Dorong Masuk 10 Besar Nasional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Batik Walk 2026 Dorong Batik Tetap Hidup di Era Digital

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Razia Serentak di Jabar, 3,1 Juta Jiwa Terselamatkan Dari Barang Terlarang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Jelang Final Piala Presiden, KAI Daop 2 Minta Penumpang Antisipasi Kemacetan Menuju Stasiun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:43 WIB

KAI Daop 2 Pastikan Jalur Aman, Perjalanan Kereta Kembali Normal Usai Gempa Pangandaran

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Batik Walk 2026 Dorong Batik Tetap Hidup di Era Digital

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:45 WIB