Gubernur Jabar Pastikan Program MBG Jalan Terus, Fokus Perbaikan Kualitas

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan, meski ditemukan sejumlah pelanggaran di lapangan. Ia memastikan langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah memperbaiki kualitas pelaksanaan, bukan menghentikan program.

“Programnya tetap jalan, yang diberhentikan itu pelaksana yang tidak sesuai standar, yakni SPPG,” ujar Dedi, Selasa (30/9/2025) di Bandung.

SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adalah pihak yang bertugas menyediakan makanan bagi siswa penerima MBG. Sejumlah SPPG dicoret karena terbukti tidak memenuhi standar kualitas makanan.

Untuk mencegah kasus serupa, Pemprov Jabar pekan depan akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus membentuk satgas pengawasan. Dedi menyebut aturan baru itu akan mengikat semua pihak yang terlibat dalam MBG.

Selain itu, akan dibuka layanan pengaduan publik yang bisa digunakan masyarakat melaporkan jika menu tidak sesuai standar Rp10 ribu per porsi. Laporan bisa dikirim lewat media sosial maupun grup WhatsApp pengaduan resmi.

“Nanti laporan itu dicek, dianalisis, dan diperiksa auditor. Kalau ada pengurangan kualitas atau jumlah, bisa kena sanksi administrasi, pemberhentian, bahkan pidana karena ini uang negara,” tegasnya.

Dedi juga mendorong agar dapur MBG ditempatkan langsung di sekolah-sekolah untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan distribusi makanan.

“Kalau ada yang dihentikan, kita tunggu penggantinya yang lebih bermutu,” tambahnya.

Program MBG menjadi salah satu prioritas Pemprov Jabar dalam mendukung gizi siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dedi menegaskan komitmen memperbaiki tata kelola program dengan melibatkan pengawasan publik.

“Fokusnya adalah perbaikan, bukan penghentian. Transparansi dan partisipasi masyarakat akan jadi kunci,” pungkasnya.

Berita Terkait

Selain Bandara, BIJB Kertajati Akan Dijadikan Kawasan Industri Dirgantara
Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:25 WIB

Selain Bandara, BIJB Kertajati Akan Dijadikan Kawasan Industri Dirgantara

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:24 WIB

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Berita Terbaru