Bandung (BRS) – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali memperkuat armada TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan mengirimkan satu unit pesawat NC212i berkonfigurasi khusus yang mampu menjalankan beragam misi. Pesawat ini tidak hanya digunakan untuk angkut personel, tetapi juga mendukung operasi modifikasi cuaca (rainmaking) serta pemotretan udara.
Pengiriman pesawat tersebut merupakan unit kedelapan dari total sembilan pesawat NC212i yang dipesan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk dioperasikan TNI AU. Pesawat dengan nomor ekor AX-2135 itu diterbangkan dari Delivery Center PTDI di Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, melalui ferry flight sebelum resmi digunakan oleh Skadron Udara 4.
Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, mengatakan pengiriman ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan nasional sekaligus mendukung kesiapan operasional TNI AU.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan ferry flight sebagai bagian dari komitmen untuk memenuhi pesanan Kemhan RI. Ini merupakan unit ke-8 dari sembilan pesawat yang dipesan. Kami berharap pesawat ini dapat memperkuat kekuatan TNI AU dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Semoga proses penerbangan dari Bandung ke Malang berjalan lancar dan seluruh kru tiba dengan selamat,” ujar Dena, dikutip dari siaran pers PTDI, Kamis (30/7).
NC212i dikenal sebagai salah satu pesawat buatan PTDI yang memiliki fleksibilitas tinggi. Dalam konfigurasi ini, pesawat dapat dialihfungsikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengangkut pasukan, mendukung operasi hujan buatan, hingga melakukan pemotretan udara untuk kepentingan pemetaan maupun pengawasan.
Kemampuan tersebut didukung penggunaan baling-baling MTV-27 buatan MT Propeller, Jerman, yang telah mengantongi sertifikasi European Union Aviation Safety Agency (EASA). Teknologi ini menawarkan tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah, proses penyalaan mesin yang lebih halus, serta performa yang lebih stabil, termasuk saat pesawat beroperasi menggunakan satu mesin pada ketinggian tertentu.
Pesawat yang telah memperoleh Flight Acceptance Certificate pada 9 Juli 2026 itu diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, didampingi Kapten Irvan Fajar sebagai kopilot.
Menurut Andika, hasil pengujian menunjukkan pesawat mampu mencapai performa maksimal sehingga siap memasuki tahap serah terima kepada Kemhan RI dan TNI AU.
“Selama proses pengembangan dan pengujian, pesawat mampu menunjukkan performa terbaiknya. Harapan kami, kehadiran pesawat ini semakin memperkuat kemampuan TNI AU dalam menjaga kedaulatan negara. Kami juga berharap PTDI terus berkembang dan mampu mendukung berbagai program pemerintah serta memenuhi kebutuhan pertahanan Indonesia,” kata Andika.
Hingga kini, delapan unit NC212i yang telah dikirim PTDI kepada TNI AU memiliki konfigurasi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional, mulai dari angkut pasukan, operasi modifikasi cuaca dan pemotretan udara, hingga pelatihan navigasi. Sementara itu, satu unit terakhir dijadwalkan selesai dan dikirim pada Oktober 2027 untuk menuntaskan seluruh kontrak pengadaan sembilan pesawat bagi Kemhan RI.






