Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Respons terhadap bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 dilakukan Bio Farma Group dengan mengintegrasikan kekuatan seluruh entitasnya. Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma bergerak bersama untuk memastikan dukungan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera disalurkan.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma Group mengerahkan berbagai sumber daya yang dimiliki, mulai dari vaksin, obat-obatan, vitamin, alat kesehatan, perlengkapan P3K hingga kebutuhan dasar bagi masyarakat dan relawan di lokasi terdampak serta pengungsian.

Salah satu dukungan yang diberikan berupa 3.000 dosis Vaksin Tetanus Difteri (Td). Vaksin tersebut disiapkan untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan relawan sesuai kebutuhan serta ketentuan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Selain dukungan medis, Bio Farma Group juga menyalurkan hygiene kit, selimut, makanan dan minuman, susu, hingga kebutuhan bayi dan balita seperti popok. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Penyaluran bantuan telah dilakukan secara bertahap sejak 17 Agustus 2026 dan masih terus berlangsung. Dalam prosesnya, Bio Farma Group berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan di NTT, TNI Angkatan Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), BNPB, BPBD Provinsi NTT, serta jaringan Bio Farma Group di daerah.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan dan dapat menjangkau masyarakat secara efektif.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, mengatakan keterlibatan Bio Farma Group dalam penanganan bencana tidak sekadar berbentuk pemberian bantuan, tetapi merupakan upaya mengoptimalkan kapabilitas perusahaan agar memberikan manfaat langsung ketika masyarakat membutuhkan.

“Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami. Bio Farma Group bergerak sebagai satu kesatuan dengan mengintegrasikan kapabilitas Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma,” ucap Shadiq dalam siaran persnya, Jumat (21/8).

Menurutnya, kekuatan Bio Farma Group terletak pada kapabilitas antarentitas yang saling melengkapi. Mulai dari pengembangan dan penyediaan produk biologi serta vaksin, produk farmasi dan layanan kesehatan, hingga kemampuan distribusi dan sumber daya pendukung lainnya.

Karena itu, penanganan bencana menjadi momentum untuk menggerakkan seluruh kemampuan tersebut secara terkoordinasi, bukan melalui respons yang berjalan sendiri-sendiri.

“Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis dan operasional. Dalam situasi darurat, kemampuan mengoptimalkan kompetensi inti dan sumber daya untuk membantu masyarakat menjadi bagian penting dari nilai yang dihadirkan perusahaan.

Bio Farma Group menilai respons terhadap gempa NTT juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Dengan mengintegrasikan sumber daya yang tersedia dan membangun koordinasi bersama pemerintah serta pemangku kepentingan, dukungan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif hingga tahap pemulihan.

Berita Terkait

KAI Bidik 1,4 Miliar Pelanggan, Bisnis Non-Tiket Diperluas Menuju 2045
Reaktivasi Husein Sastranegara Jadi Pengungkit Investasi Bandung
Bantuan BNPB Tiba di Pulau Palue, Warga Terdampak Gempa Mulai Diperkuat
Jelang HUT RI, Pemesanan Tiket KAI Tembus 706 Ribu
PLN Jabar Siagakan 4.865 Personel Untuk Amankan Listrik HUT RI
Juara Dunia Panjat Tebing Unjuk Aksi di Bandung
Tim Gabungan BNN dan Polda Metro Jaya Berhasil Tangkap Bos Narkoba
Len Industri Dorong Mobilitas Listrik Lewat Penguatan Integrasi Sistem Energi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Bidik 1,4 Miliar Pelanggan, Bisnis Non-Tiket Diperluas Menuju 2045

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Reaktivasi Husein Sastranegara Jadi Pengungkit Investasi Bandung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Bantuan BNPB Tiba di Pulau Palue, Warga Terdampak Gempa Mulai Diperkuat

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Jelang HUT RI, Pemesanan Tiket KAI Tembus 706 Ribu

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:59 WIB

BERITA UTAMA

Reaktivasi Husein Sastranegara Jadi Pengungkit Investasi Bandung

Rabu, 19 Agu 2026 - 12:57 WIB

BERITA UTAMA

Jelang HUT RI, Pemesanan Tiket KAI Tembus 706 Ribu

Senin, 17 Agu 2026 - 12:55 WIB