Kolaborasi Berbasis Aplikasi Bimbing Pelaku UMKM Menuju Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 27 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) –  Tim Sadulur yang berada di bawah naungan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar workshop bertema “Membangun Bisnis UMKM yang Inovatif dan Adaptif melalui Riset Pasar yang Akurat”, Senin (26/8/2024).

Acara ini ditujukan kepada para akademisi dan pelaku UMKM, khususnya mereka yang berasal dari Desa Ciroyom dan Cirata di bawah pembinaan Dinas Perhubungan (Dishub), serta beberapa wilayah desa lainnya di Jawa Barat.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah sektor makanan dan minuman (FnB), fashion, dan kerajinan.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Keilmuan Decision Making dan Strategic Negotiation, Pri Hermawan mengungkapkan harapannya agar acara ini bisa memberikan dampak yang nyata bagi para peserta.

Pri menekankan pentingnya pelatihan dan menciptakan platform kolaborasi antar peserta UMKM untuk mendorong keberlanjutan bisnis.

Senada dengan itu, Head of Societal Impact SBM ITB Yunieta Anny Nainggolan, menegaskan pihaknya ingin mendukung pertumbuhan pemerintahan dalam bidang ekonomi dengan memberikan kontribusi nyata melalui Sadulur, yang akan mengembangkan UMKM di Indonesia dalam manajemen, SDM, keuangan, bisnis, teknologi, dan negosiasi agar bisnis lebih berkelanjutan.

Dukungan penuh terhadap UMKM juga disampaikan oleh Dekan SBM ITB, Prof. Ignatius Pulung Nurprasetio yang menekankan bahwa UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia, yang terbukti dari kontribusi mereka terhadap PDB nasional.

“Melalui program Sadulur yang berbasis riset dan kemitraan dengan pihak luar negeri, diharapkan potensi UMKM Indonesia dapat dioptimalkan sehingga masa depan ekonomi Indonesia akan semakin cerah,” kata Prof. Pulung.

Selain itu, Ketua ESG ITB, Melia Famiola Hariadi, menyoroti pentingnya mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan perhatian terhadap isu-isu lingkungan.

“Pertumbuhan ekonomi mulai dirasakan dampaknya lebih luas, melampaui sekadar sisi ekonomi dan sosial. Kami di SBM ITB ingin memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dan menata ulang kehidupan peradaban kita,” kata Melia.

Hadir di workshop ini, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Tatang Suryana yang menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan UMKM.

Menurutnya, masyarakat harus dapat memanfaatkan fasilitas layanan pemerintah, termasuk hak paten dan legalitas, guna memperkuat posisi bisnis.

“Pemerintah, melalui aplikasi SINGAKOTA, juga berupaya mempermudah proses pendaftaran UMKM, khususnya di Jawa Barat,” kata TatangF

Sementara itu, founder dari Parakarsa, Irfan Fakhri Muhammad turut berbagi pengalaman mengenai riset pasar dan implementasi Go-To Market Strategy.

Menurutnya, konsep Sustainable Development Goals (SDGs) dan menjelaskan bagaimana riset pasar yang baik dapat membantu UMKM dalam menciptakan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Ia juga mengajarkan penggunaan empathy map, sebuah alat yang membantu pelaku UMKM memahami karakter dan kebutuhan target pasar mereka secara lebih mendalam.

Mengakhiri rangkaian acara, Santi Novani selaku Head of Sadulur Program, memperkenalkan aplikasi Sadulur.

“Aplikasi ini diharapkan menjadi ekosistem baru untuk kolaborasi antara akademisi dan pemerintah. Aplikasi ini menyediakan informasi yang dibutuhkan pelaku UMKM, mulai dari strategi pemasaran hingga izin usaha, serta coaching dalam bentuk modul video sehingga kami mampu memantau performa bisnis UMKM yang terpersonaliasi melalui aplikasi ini,” kata Santi.

Diketahui workshop ini memberikan wawasan baru dan alat-alat praktis bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka secara inovatif dan adaptif, sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di pasar saat ini. Melalui program Sadulur, diharapkan UMKM di Jawa Barat dapat terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Berita Terkait

IPM Jabar 2025 Tembus 75,90 Poin, Kenaikan Tertinggi se-Indonesia Dorong Masuk 10 Besar Nasional
Batik Walk 2026 Dorong Batik Tetap Hidup di Era Digital
Razia Serentak di Jabar, 3,1 Juta Jiwa Terselamatkan Dari Barang Terlarang
Jelang Final Piala Presiden, KAI Daop 2 Minta Penumpang Antisipasi Kemacetan Menuju Stasiun
KAI Daop 2 Pastikan Jalur Aman, Perjalanan Kereta Kembali Normal Usai Gempa Pangandaran
Jelang 2027, OJK Kebut Pembentukan Bursa Mineral di Tengah Lonjakan Transaksi Kripto
Wisata Literasi Hadir di Bandung, BI Jabar dan Pemkot Padukan Buku, Kuliner, Hingga Edukasi Digital
Garut Mundur, Pemprov Jabar Ambil Alih MTQ Tingkat Provinsi, Digelar Januari 2027

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

IPM Jabar 2025 Tembus 75,90 Poin, Kenaikan Tertinggi se-Indonesia Dorong Masuk 10 Besar Nasional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Batik Walk 2026 Dorong Batik Tetap Hidup di Era Digital

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Razia Serentak di Jabar, 3,1 Juta Jiwa Terselamatkan Dari Barang Terlarang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Jelang Final Piala Presiden, KAI Daop 2 Minta Penumpang Antisipasi Kemacetan Menuju Stasiun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:43 WIB

KAI Daop 2 Pastikan Jalur Aman, Perjalanan Kereta Kembali Normal Usai Gempa Pangandaran

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Batik Walk 2026 Dorong Batik Tetap Hidup di Era Digital

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:45 WIB