Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan rencana pengembangan kawasan Pasar Baru dan sekitarnya sebagai destinasi kuliner berkelas dunia. Pengembangan ini akan mencakup kawasan Pecinan Lama hingga sejumlah ruas jalan di sekitar pusat perdagangan tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep pengembangan kawasan sudah masuk dalam rencana Pemkot Bandung. Namun, realisasi proyek masih menunggu kesiapan pelaku usaha serta investor yang akan terlibat.

“Kalau itu memang konsepnya sudah masuk, tapi saya memang menunggu kepastian dari kesiapan para pelakunya dulu dan juga kerja sama dalam rangka pembangunan penyiapan lokasi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Farhan menjelaskan, pengembangan kawasan akan menggunakan skema kerja sama investasi antarswasta. Pemkot Bandung tidak menempatkan anggaran sebagai investasi utama, tetapi berperan dalam penataan kawasan serta memastikan aspek regulasi berjalan.

“Semuanya dalam format kerja sama investasi antar-swasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya,” katanya.

Menurut Farhan, peran pemerintah akan difokuskan pada penataan dan penertiban kawasan agar lingkungan tetap nyaman, tertib, sekaligus mampu mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi.

“Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta,” ujarnya.

Ia menyebut, konsep kawasan tersebut nantinya mengintegrasikan Pasar Baru dengan Pecinan Lama. Keduanya diharapkan menjadi salah satu magnet baru bagi wisatawan, khususnya melalui pengembangan kuliner dan ekonomi kreatif.

“Konsepnya sudah bagus. Nanti akan melibatkan area di Pasar Baru dan juga Pecinan Lama. Keren lah,” tutur Farhan.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemkot Bandung juga menyiapkan pembenahan sejumlah jalan kecil di sekitar kawasan pada 2027. Beberapa ruas yang akan ditata antara lain Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.

Farhan mengatakan, penataan jalan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama.

“Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya,” katanya.

Pembenahan infrastruktur dinilai penting karena pengembangan kawasan kuliner tidak hanya berkaitan dengan keberadaan pelaku usaha. Akses, kebersihan, kenyamanan, serta kualitas lingkungan juga menjadi bagian dari konsep yang tengah disiapkan.

Farhan mengungkapkan, sedikitnya terdapat dua konsep yang akan berjalan di kawasan tersebut. Pecinan Lama akan menjadi bagian permanen dari kawasan pengembangan, sementara konsep lainnya berupa kawasan kuliner malam yang ditata dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan.

Konsep kuliner malam tersebut mengusung prinsip “datang bersih, pulang bersih”. Dengan demikian, aktivitas perdagangan dan kuliner di malam hari diharapkan tidak menimbulkan persoalan sampah maupun mengganggu lingkungan sekitar.

Selain penataan kawasan, Pemkot Bandung juga membuka peluang penyediaan layanan transportasi khusus yang menghubungkan Bandara Internasional Husein Sastranegara dengan Pasar Baru dan sejumlah destinasi wisata lainnya.

Farhan mengatakan, layanan shuttle tersebut saat ini belum tersedia. Namun, usulan penyediaannya sudah ada dan Pemkot Bandung masih menunggu proposal dari sejumlah pelaku angkutan swasta.

“Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain,” kata Farhan.

Menurutnya, layanan shuttle nantinya tidak hanya diarahkan ke Pasar Baru. Moda tersebut juga berpotensi menghubungkan bandara dengan sejumlah kawasan wisata dan pusat aktivitas kota lainnya, termasuk kawasan Dago.

Pengembangan kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama pun diharapkan tidak sekadar menghadirkan pusat kuliner baru, tetapi sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota melalui penataan kawasan, akses transportasi, dan pengembangan ekonomi kreatif yang terintegrasi.

Berita Terkait

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur
TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari
Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu
Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT
KAI Bidik 1,4 Miliar Pelanggan, Bisnis Non-Tiket Diperluas Menuju 2045
Reaktivasi Husein Sastranegara Jadi Pengungkit Investasi Bandung
Bantuan BNPB Tiba di Pulau Palue, Warga Terdampak Gempa Mulai Diperkuat
Jelang HUT RI, Pemesanan Tiket KAI Tembus 706 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:02 WIB

TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:04 WIB

BERITA UTAMA

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur

Senin, 24 Agu 2026 - 13:03 WIB

BERITA UTAMA

TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:02 WIB

BERITA UTAMA

Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:01 WIB

BERITA UTAMA

Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:59 WIB