Presiden: Ekonomi Digital Pesat, Startup Indonesia Punya Banyak Peluang

Selasa, 27 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Kominfo – Presiden Joko Widodo menilai bahwa Indonesia memiliki banyak peluang dan kesempatan dalam meningkatkan pengembangan perusahaan rintisan (startup). Menurutnya, hal tersebut antara lain bisa dilihat dari ekonomi digital Indonesia yang tumbuh pesat hingga berkali-kali lipat.

“Ekonomi digital kita tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara, melompat delapan kali lipat dari (tahun) 2020 kira-kira Rp632 triliun melompat menjadi Rp4.531 triliun nanti di (tahun) 2030. Artinya, peluangnya besar sekali,” ucap Presiden dalam sambutannya dalam acara Peresmian Pembukaan BUMN Startup Day Tahun 2022, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin (26/09/2022).

Selain itu, Kepala Negara menyebut, Indonesia juga memiliki potensi lain yakni jumlah pengguna internet yang besar yang mencapai 77 persen dari total penduduk Indonesia dengan penggunaan rata-rata 8 jam 36 menit setiap harinya. Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan negara dengan perusahaan rintisan tertinggi keenam di dunia.

“Pertama memang Amerika, India, UK (United Kingdom/Britania Raya), Kanada, Australia, Indonesia, nomor enam. Ini juga sebuah potensi yang besar yang harus kita kembangkan,” sambung Presiden.

Meskipun demikian, Presiden menyebut bahwa masih banyak bidang yang ke depan perlu diatasi dengan teknologi, di antaranya yakni dalam bidang pangan, kesehatan, dan UMKM. Presiden menilai hal tersebut merupakan peluang pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia.

“Dari kategori yang saya lihat, memang yang paling besar masih di fintech, 23 persen. Kemudian retail ada 14 persen. Padahal tadi kalau lihat, urusan masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi,” tandasnya.

Presiden juga menekankan, pembentukan perusahaan rintisan perlu melihat kebutuhan pasar yang ada. Selain itu, perusahaan rintisan juga perlu didukung oleh ekosistem yang berkesinambungan agar dapat berhasil masuk ke pasar dan peluang yang ada.

“Hati-hati, 80 persen sampai 90 persen startup gagal saat merintis. Karena sekali lagi, tidak melihat kebutuhan pasar yang ada,” tegas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Pj. Gubernur Banten Al Muktabar, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Berita Terkait

DPD PPDI periode 2024 – 2029 Resmi Dilantik
Hujan Bakal Sering Turun saat Siang sampai Malam, Masyarakat Disarankan Bepergian pada Pagi
Rencana Larangan Penjualan Rokok Batangan, Presiden: Untuk Kesehatan Masyarakat
Presiden Luncurkan Platform Digital Jagat Nusantara
Wapres: Mantan PM Shinzo Abe Berjasa Jadikan Indonesia Mitra Strategis Jepang
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Puteri Indonesia 2022 dan Miss Universe 2021
Bertemu KPU, Presiden Jokowi Sampaikan Enam Arahan Terkait Pemilu 2024
Strategi PLN Lakukan Dekabornisasi Untuk Raih Carbon Neutral 2060
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Agustus 2024 - 12:00 WIB

DPD PPDI periode 2024 – 2029 Resmi Dilantik

Rabu, 28 Desember 2022 - 08:47 WIB

Hujan Bakal Sering Turun saat Siang sampai Malam, Masyarakat Disarankan Bepergian pada Pagi

Rabu, 28 Desember 2022 - 08:33 WIB

Rencana Larangan Penjualan Rokok Batangan, Presiden: Untuk Kesehatan Masyarakat

Senin, 31 Oktober 2022 - 07:42 WIB

Presiden Luncurkan Platform Digital Jagat Nusantara

Selasa, 27 September 2022 - 23:30 WIB

Presiden: Ekonomi Digital Pesat, Startup Indonesia Punya Banyak Peluang

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Bayi Alami KIPI, Dinkes Bandung Pastikan Kondisi Sudah Membaik

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:45 WIB

BERITA UTAMA

PLN Jabar Perkuat Kompetensi Kendaraan Listrik Inovasi SMKN 8 Bandung

Selasa, 14 Apr 2026 - 10:42 WIB