Tahun Lalu, Ekonomi Jabar Tumbuh 5%, Tahun Ini Diproyeksikan Tumbuh 4 – 5,7%

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Diketahui pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) sepanjang tahun 2023 (year on year/yoy) tumbuh 5 persen.

Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Erwin Gunawan Hutapea menyebut angka pertumbuhan ini merupakan tertinggi kedua di Pulau Jawa, dan sedikit lebih rendah dari nasional, yakni sebesar 5,05 persen (yoy).

Erwin mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut bersumber dari permintaan domestik seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat pada masa natal, tahun baru dan libur sekolah dan kegiatan investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber pertumbuhan juga berasal dari komponen Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, dan Konsumsi Pemerintah. Dari sisi sektoral, sumber utama pertumbuhan tahun 2023 adalah sektor Industri Pengolahan; Perdagangan dan Transportasi.

“Pertumbuhan 2023 didukung dari konsumsi rumah tangga, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi COVID-19 dan antusiasme masyarakat menggunakan transportasi kereta cepat Whoosh,” kata Erwin saat temu media di kantor BI Jabar, Selasa (6/2/2024).

Erwin juga mengatakan, dalam proyeksi tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan berada pada kisaran 4,9-5,7% (yoy).

“Optimisme tersebut ditopang kuatnya permintaan domestik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan tingginya multiplier effect dari kegiatan di tahun politik,” kata Erwin.

Kinerja sektor pertanian juga diperkirakan meningkat seiring kondisi cuaca yang lebih kondusif. Meski demikian, risiko ketidakpastian global yang masih tinggi perlu menjadi perhatian.

Erwin menyebut, beberapa tantangan lain yang perlu terus diwaspadai, antara lain:
1. Tensi geopolitik yang masih terus belanjut menyebabkan disrupsi jalur perdagangan dunia.
2. Tren peningkatan inflasi yang diprakirakan masih terjadi sehingga berpotensi menekan daya beli.
3. Resiko peningkatan jumlah PHK di tengah-tengah penurunan kinerja industri.

Berbagai upaya yang terus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi domestik antara lain melalui promosi investasi, mendorong pecepatan dan perluasan digitalisasi, memperbanyak penyelenggaraan event serta optimalisasi infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan pemerataan.

Sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kab /kota, serta seluruh stakeholders perlu terus dilakukan guna memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga di Jawa Barat tahun 2024.

Berita Terkait

Saji Marem Bawa Rasa Jawa Otentik Ke Bandung
Libur Isra Mi’raj 2026, Daop 2 Layani Lebih Dari 58 Ribu Penumpang
TJSL PTDI Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Untuk Lansia Cijagra
Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital
KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal
Peringkat Tiga, Bandung Tancap Gas di Peta Wisata Asia
Gol Cepat Beckham Putra Bawa Persib Tekuk Persija
Libur Nataru Arus Penumpang KA Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Dua Digit

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:44 WIB

Saji Marem Bawa Rasa Jawa Otentik Ke Bandung

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:43 WIB

Libur Isra Mi’raj 2026, Daop 2 Layani Lebih Dari 58 Ribu Penumpang

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:42 WIB

TJSL PTDI Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Untuk Lansia Cijagra

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:41 WIB

Kemenekraf–PRSSNI Jabar Satukan Langkah, Radio Didorong Bertransformasi di Era Digital

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:39 WIB

KAI Sediakan 649.780 Kursi, Arus Libur Panjang Isra Mi’raj Terlayani Optimal

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Saji Marem Bawa Rasa Jawa Otentik Ke Bandung

Sabtu, 17 Jan 2026 - 22:44 WIB

BERITA UTAMA

TJSL PTDI Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Untuk Lansia Cijagra

Kamis, 15 Jan 2026 - 22:42 WIB