Realisasi Belanja dan Pendapatan Jabar Diapresiasi, Masih Sesuai Jalur

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan kinerja fiskal yang solid sepanjang tahun anggaran 2025. Hingga Juli, realisasi belanja APBD telah mencapai 38,79 persen—melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 31,8 persen.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), capaian Jawa Barat pun tergolong progresif, dengan realisasi sebesar 44,72 persen dari target tahunan. Angka ini juga berada di atas rerata nasional, yakni 43,62 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah masih terjaga baik dan tetap berada dalam jalur yang benar.

“Kalau ada yang mengatakan belanja turun dan pendapatan anjlok, itu tidak benar. Realitanya, kita termasuk yang terbaik secara nasional,” tegas Herman dalam keterangan resminya, Kamis (10/7/2025).

Dalam pertemuan bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Jawa Barat bahkan disebut menempati peringkat tiga tertinggi dalam realisasi belanja daerah, setelah DIY dan NTB. Dengan kapasitas fiskal mencapai lebih dari Rp31 triliun, Jabar termasuk yang terbesar di antara 38 provinsi di Indonesia.

“Pak Gubernur selalu menekankan agar belanja APBD memberi dampak nyata ke masyarakat. Maka, kami fokus pada belanja yang berkualitas,” lanjut Herman.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai realisasi anggaran Jabar masih berada di jalur yang tepat, meski perlu peningkatan kecepatan dalam semester kedua 2025.

Menurutnya, pendekatan kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran merupakan bagian dari perbaikan tata kelola fiskal.

“Belanja dan pendapatan tetap on track. Justru ini mencerminkan tata kelola yang lebih prudent, bukan sekadar mengejar angka persentase tinggi,” kata Acuviarta.

Acuviarta mencatat bahwa percepatan realisasi masih bisa dioptimalkan, khususnya di sektor infrastruktur yang kini meningkat signifikan. Ia menyarankan percepatan lelang dan pengadaan barang/jasa agar penyerapan belanja lebih optimal.

Dari sisi pendapatan, insentif pembebasan tunggakan PKB dinilai memengaruhi capaian sektor tersebut. Namun, potensi masih terbuka lebar di sektor lain seperti pajak air permukaan dan bahan bakar minyak.

Ia juga menyoroti dampak kebijakan baru, termasuk implementasi Perpres No. 1 Tahun 2025, yang turut mempengaruhi pola belanja dan memerlukan masa transisi.

“Kebijakan fiskal Pak Gubernur Dedi Mulyadi adalah bentuk pembaharuan. Implementasinya butuh waktu, namun arah reformasinya sudah tepat,” tutup Acuviarta.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB