PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Lima dekade berkiprah di industri penerbangan nasional tidak hanya dirayakan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan capaian di dunia kedirgantaraan. Memasuki usia emas 50 tahun, perusahaan juga mengajak masyarakat merayakannya melalui seni dan budaya tradisional.

Melalui Paguyuban Seni dan Karawitan Jawa “Rekso Budoyo”, PTDI akan menggelar pagelaran Wayang Golek dan Wayang Kulit semalam suntuk pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengusung tema “Golden Legacy, Global Horizon: Menjaga Kedaulatan Bangsa, Mengangkasa di Panggung Dunia”, kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum.

Pertunjukan dipusatkan di Selasar Gedung PKSN PTDI, Jalan Pajajaran No. 154, Kota Bandung. Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB pada Sabtu dan berlanjut hingga Minggu (30/8/2026) dini hari.

Perayaan diawali dengan peresmian Amphitheatre PTDI, sebuah fasilitas pentas terbuka berbentuk melingkar yang dilengkapi tribun penonton bertingkat. Panggung baru tersebut kemudian digunakan untuk pertunjukan Kuda Lumping atau Ebeg dari seniman Bandung pada pukul 09.00-12.00 WIB.

Suasana perayaan juga akan diramaikan puluhan stan UMKM yang menyediakan beragam jajanan lokal. Dengan demikian, masyarakat yang datang tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga dapat berinteraksi dan berbelanja produk pelaku usaha lokal.

Memasuki malam hari, rangkaian acara berlanjut mulai pukul 19.00 WIB. Sebelum pertunjukan wayang, pengunjung akan disuguhi sejumlah kesenian daerah, di antaranya Tari Jaipong dan Tari Gambyong Parianom.

Pementasan kemudian dibuka dalang muda Ki Eka Putra melalui Wayang Golek dengan lakon “Babad Alas Wana Marta”. Lakon tersebut mengisahkan perjuangan para Pandawa mengubah hutan belantara menjadi Negara Amarta yang digambarkan sebagai negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja.

Setelah itu, panggung akan dilanjutkan dengan pertunjukan Wayang Kulit oleh Ki Iswanto Hadi Martono yang membawakan lakon “Arjuna Wiwaha”.

Ki Iswanto yang juga merupakan panitia acara mengatakan, peringatan 50 tahun PTDI menjadi momentum untuk melestarikan kesenian tradisional sekaligus memberikan ruang bagi seniman Bandung dan sekitarnya untuk tampil.

Menurutnya, lakon “Arjuna Wiwaha” juga memiliki pesan yang relevan mengenai perjuangan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu dan melawan keangkaramurkaan.

“Lakon Arjuna Wiwaha mengisahkan saat Arjuna menjalani tapa brata di Gua Mintaraga, Gunung Indrokilo, demi memperoleh beningnya hati. Meski diterjang godaan harta, kekuasaan, dan wanita, Arjuna berhasil menepisnya hingga mendapat gelar Begawan Ciptoning serta anugerah senjata Pasupati dari Bathara Guru,” ujar Ki Iswanto, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, senjata Pasupati menjadi simbol keberhasilan Arjuna mengendalikan nafsu kebinatangan. Kesaktian tersebut kemudian digunakan untuk menumpas Prabu Niwatakawaca, Raja Hima Himantaka yang digambarkan picik dan berambisi merebut Kahyangan.

Ki Iswanto berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati pertunjukan sekaligus menangkap pesan yang terkandung dalam setiap lakon.

“Ini adalah momentum ulang tahun emas 50 tahun PTDI berdiri. Kami mengundang masyarakat luas untuk hadir menyaksikan langsung pertunjukan seni karawitan, seni tari, dan pedalangan ini, atau bisa juga menyimak melalui kanal YouTube resmi kami,” katanya.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di lokasi, panitia juga menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube Rekso Budoyo PTDI Plus.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Jumat, 11 September 2026 - 08:41 WIB

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut

Berita Terbaru

BEKASI TERKINI

Pertamina dan Jababeka Lanjutkan Kolaborasi Menuju Net Zero Emission

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:48 WIB