Kab. Garut (BRS) – Gerakan gotong royong aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu memberikan dampak langsung bagi warga Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Sebanyak 18 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di desa tersebut berhasil direnovasi menggunakan dana yang dihimpun dari para ASN Pemda Provinsi Jawa Barat. Setiap ASN menyisihkan Rp1.000 setiap hari untuk mendukung program tersebut.
Hasil renovasi 18 rumah itu ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang merupakan inisiator gerakan Poe Ibu, awal pekan lalu.
Renovasi tidak sekadar memperbaiki bagian bangunan yang rusak. Sejumlah rumah juga diperluas dan dilengkapi fasilitas penunjang agar lebih layak dan nyaman ditempati.
Gubernur Dedi menuturkan, sebelum direnovasi, beberapa rumah bahkan belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Ada pula rumah yang belum memiliki jaringan listrik secara mandiri.
“Jadi ini tidak saja hanya renovasi tapi memperluas juga, lalu sebelumnya tidak ada MCK sekarang ada, listrik sekarang mandiri, septic tank juga kita bikin,” tutur Dedi, yang akrab disapa KDM.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menambahkan, perbaikan rutilahu mencakup sejumlah bagian penting rumah. Selain pembangunan kamar mandi, renovasi dilakukan pada lantai dan dinding, penggantian genting, pemasangan plafon hingga kaca.
Seluruh proses renovasi 18 rumah tersebut dikerjakan dalam waktu sekitar tiga minggu. Kini, rumah-rumah tersebut telah memenuhi kelayakan untuk ditempati kembali oleh pemiliknya.
Salah seorang penerima manfaat, Enung, mengaku bersyukur atas perubahan yang dirasakan setelah rumahnya direnovasi.
“Alhamdulillah bingah teu tiasa nyarios nanaon, hatur nuhun ka Bapak Ibu tos nyumbangkeun rizkina kanggo abdi. Hatur nuhun oge kanggo Bapak KDM,” ucap Enung.
Program Poe Ibu sendiri merupakan gerakan partisipatif berbasis gotong royong yang mengusung nilai kearifan lokal silih asih, silih asah, silih asuh.
Melalui gerakan tersebut, kontribusi kecil yang dikumpulkan secara rutin dari para ASN diwujudkan menjadi bantuan nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui perbaikan rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni.






