Sekda Jabar Buka MPLS Sekolah Rakyat di Cimahi 

Minggu, 17 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cimahi (BRS) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar), Herman Suryatman, resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinas Sosial Jabar, Kota Cimahi, Jumat (15/8/2025).

MPLS tahun ajaran 2025/2026 ini diikuti 100 siswa jenjang SMP dan SMA, dan akan berlangsung selama dua minggu.

Sekda Herman menegaskan, sekolah rakyat di Jabar memiliki keunikan kurikulum dibanding daerah lain di Indonesia. Di dalamnya terdapat muatan lokal berbasis budaya Sunda, yakni Gapura Panca Waluya. Konsep ini menanamkan lima nilai utama pada siswa: cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (sigap).

“Khusus di Jabar, kurikulum sekolah rakyat mendapat tambahan muatan lokal tentang Gapura Panca Waluya,” kata Sekda Herman.

Selain kurikulum, pemerintah juga menyiapkan dukungan finansial. Setiap siswa mendapat bekal uang saku sebesar Rp20 juta.

“Anak-anak juga perlu jajan, jadi atas arahan Pak Gubernur kita siapkan bekal sebesar Rp20 juta,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 13 sekolah rakyat di Jabar dengan total 1.380 siswa. Jumlah itu terdiri dari 75 siswa SD, 675 SMP, dan 630 SMA. Tahun ini, Pemprov Jabar berencana menambah tiga sekolah baru sehingga total menjadi 16 unit dari 100 sekolah rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sekda Herman juga memastikan fasilitas sekolah rakyat di Jabar tergolong lengkap, mulai dari ruang kelas, laptop, laboratorium, hingga sarana olahraga. Para siswa pun tinggal di asrama representatif dengan menu makanan yang sehat.

“Saya titip ke para pendidik agar selalu memberi kasih sayang dan motivasi. Beberapa hari pertama mungkin anak-anak masih rindu rumah, tapi dengan fasilitas dan perhatian yang ada, mereka akan betah tinggal di sini,” pungkasnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinsos Jabar sendiri didukung 50 tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, guru, wali asrama, dan wali asuh.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB