KDM Paparkan Capaian, Siapkan Strategi Efisiensi Rp2,4 Triliun

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memaparkan kinerja delapan bulan pemerintahannya sejak dilantik pada Februari 2025. Dalam arahan perdana kepada ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Kamis (2/10/2025).

Dalam paparannya KDM menekankan capaian awal sekaligus strategi efisiensi anggaran menghadapi keterbatasan fiskal tahun depan.

“Ini arahan pertama saya sebagai gubernur setelah delapan bulan bekerja,” kata KDM.

Ia mengungkapkan, transfer dana dari pemerintah pusat ke Jawa Barat pada 2026 berkurang hingga Rp2,4 triliun. Kondisi ini diprediksi memengaruhi sistem keuangan dan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Pemprov.

Untuk mengantisipasi, KDM telah meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memangkas belanja barang dan jasa dari Rp6,9 triliun menjadi Rp5 triliun.

Efisiensi ini akan diambil dari pengurangan penggunaan listrik, air, internet, hingga jamuan di seluruh kantor pemerintahan.

“Listrik hanya boleh menyala saat jam kerja dan ada aktivitas. Kalau ruangan kosong, matikan. Tidak boleh ada pemborosan,” tegasnya.

KDM juga memangkas anggaran jamuan makan di Biro Umum dan Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar yang sebelumnya mencapai Rp5 miliar. Menurutnya, biaya cukup dialokasikan untuk kebutuhan minum sepanjang tahun. Jika ada kegiatan yang membutuhkan konsumsi, Pemprov akan memasak sendiri dengan jasa tukang masak, bukan katering.

“Dengan strategi ini, sajian lebih segar dan anggaran lebih efisien. Jadi tidak ada lagi katering,” katanya.

Selain efisiensi, KDM meluncurkan program sosial “Poe Ibu”. ASN diwajibkan menabung Rp1.000 per hari, dan dana yang terkumpul akan digunakan membantu persoalan sosial masyarakat, khususnya pendidikan dan kesehatan. Pos pengaduan akan dibentuk di setiap OPD, sekolah, hingga desa untuk menyalurkan bantuan.

Ia juga menegaskan fokus pembangunan Jabar tetap pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, infrastruktur, serta penguatan budaya Sunda.

“Kita hadapi tantangan ini bersama. ASN harus jadi teladan dalam efisiensi sekaligus garda terdepan dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB