Bandung Bidik Modest Fashion Jadi Motor Ekonomi Baru

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melihat industri modest fashion atau busana sopan sebagai salah satu sektor yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi daerah. Ekosistem fesyen muslim di Bandung dinilai sudah terbentuk cukup kuat, mulai dari kreativitas desain, pelaku konveksi, hingga pasar yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri konferensi pers HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu (7/3/2026).

Menurut Farhan, Bandung memiliki keunggulan karena seluruh rantai industri modest fashion tersedia dalam satu ekosistem, dari produksi skala kecil hingga produksi massal.

“Untuk Kota Bandung, memang ada dua bentuk fashion yang ingin kita dorong. Pertama adalah modest fashion atau yang kita kenal dengan baju muslim dan muslimah. Kreativitas dan skala produksi Kota Bandung untuk modest fashion ini dari yang paling niche sampai yang paling massal semuanya ada di Kota Bandung,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan ekosistem tersebut menjadikan Bandung memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri fesyen muslim di tingkat nasional.

Namun demikian, Farhan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam aspek inovasi desain dan ketersediaan bahan baku tekstil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, pertumbuhan sektor manufaktur di Kota Bandung masih sangat rendah.

“Berdasarkan data BPS, tingkat pertumbuhan sektor manufacturing di Kota Bandung hanya sekitar 0,01 persen. Artinya pabrik di Kota Bandung tidak berkurang, tetapi juga tidak bertambah,” kata Farhan.

Padahal, keberadaan produsen bahan tekstil dinilai penting untuk mendukung perkembangan industri modest fashion. Ia menilai inovasi bahan tekstil yang nyaman digunakan di iklim tropis menjadi kebutuhan penting bagi industri fesyen.

Karena itu, Farhan berharap pemerintah daerah dapat mendorong penguatan rantai pasok bahan baku, termasuk melalui pengembangan kawasan ekonomi yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung.

“Secara bisnis buat Kota Bandung, bahannya impor tidak masalah. Yang penting konveksinya di Kota Bandung, desainnya di Bandung, brand-nya dari Bandung, kantor pusatnya di Bandung, dan NPWP-nya beralamat di Kota Bandung,” katanya.

Selain penguatan industri, Farhan juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap produk lokal dari masuknya pakaian jadi impor dengan harga lebih murah.

Ia menilai sejumlah instrumen ekonomi seperti sertifikasi halal dan sistem pembayaran digital nasional dapat menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing pelaku usaha lokal.

“Dua hal ini, sertifikasi halal dan QRIS, menjadi instrumen untuk memastikan ketahanan ekonomi Kota Bandung tidak kemudian diambil oleh pesaing dari luar,” ujar Farhan.

Menurutnya, persaingan perdagangan global kini tidak hanya terjadi pada level ekspor dan impor, tetapi juga telah masuk hingga ke pasar-pasar lokal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menilai Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal.

Dengan jumlah penduduk sekitar 50,7 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam, Jawa Barat dinilai memiliki pasar sekaligus basis produksi yang kuat bagi industri halal.

“Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, UMKM, dan akademisi sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian syariah dan industri halal di Jawa Barat,” kata Erwan.

Ia juga menyebut Kota Bandung sebagai salah satu pusat perkembangan industri fesyen di Jawa Barat yang berperan penting dalam memperkuat ekosistem industri halal di daerah.

Melalui berbagai kegiatan seperti HijabFest, Pemerintah Kota Bandung berharap ekosistem modest fashion dan industri halal dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Jumat, 11 September 2026 - 08:41 WIB

Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut

Berita Terbaru

BEKASI TERKINI

Pertamina dan Jababeka Lanjutkan Kolaborasi Menuju Net Zero Emission

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:48 WIB