Mudik Gratis Jateng 2026 Berangkatkan 1.142 Perantau Dari Bandung

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis 2026 bagi warga perantau asal Jawa Tengah yang bermukim di Jawa Barat. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng, sejumlah pemerintah daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta berbagai lembaga pendukung.

Sebanyak 1.142 pemudik diberangkatkan dari Pangkalan Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (16/3/2026). Para peserta diberangkatkan menggunakan 23 armada bus yang dikoordinasikan melalui Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, mengatakan program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para perantau agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat Idulfitri.

“Program mudik gratis ini kami hadirkan untuk membantu warga Jawa Tengah yang merantau agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi,” ujar Taj Yasin saat sambutan.

Ia menambahkan, program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur mudik sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan.

“Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik serta meningkatkan keselamatan di jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, menjelaskan bahwa total 23 armada bus yang digunakan berasal dari berbagai sumber bantuan.

Rinciannya meliputi 11 bus dari Baznas Jawa Tengah, 7 bus dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, 3 bus dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta 2 bus dari Baznas Banjarnegara.

Menurut Farhan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam program mudik tahun ini. Seluruh kru bus, mulai dari sopir, sopir cadangan hingga kernet, telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urin guna memastikan mereka dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang.

“Seluruh kru sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan tes urin, sehingga dipastikan dalam kondisi fit untuk mengemudi selama perjalanan,” ujarnya.

Selain itu, rombongan juga dikawal oleh dua unit ambulans dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan menuju kampung halaman.

Para peserta mudik berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, di antaranya Bandung Raya, Cianjur, Sukabumi, Karawang, hingga Sumedang. Peserta terdiri dari beragam latar belakang profesi seperti mahasiswa, buruh lepas, guru ngaji, karyawan swasta, hingga pedagang kaki lima.

Panitia juga memberikan perhatian khusus bagi peserta penyandang disabilitas. Tercatat dua pemudik difabel ikut dalam rombongan, yakni seorang peserta asal Sukoharjo yang difasilitasi berbaring di jok belakang bus karena kondisi fisik, serta seorang pemudik tujuan Klaten yang memiliki kondisi tunawicara dan autisme yang didampingi keluarganya.

Setibanya di Jawa Tengah, para pemudik juga akan mendapatkan layanan tambahan di terminal-terminal tipe B. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik yang mengalami kelelahan atau mabuk perjalanan.

Selain itu, tersedia pula layanan internet gratis agar pemudik dapat segera menghubungi keluarga setibanya di terminal tujuan.

Program mudik gratis ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan di Jawa Barat dan mendapat dukungan dari Bank Bjb, Pengusaha Temanggung Martono Hardjo (PT Mitra Manunggal Perkasa), serta Teh Pucuk Harum.

Meski berhasil memberangkatkan lebih dari seribu pemudik, antusiasme masyarakat terhadap program ini masih sangat tinggi.

Berdasarkan data panitia, terdapat sekitar 2.345 warga yang mendaftar mengikuti mudik gratis tahun ini.

Namun karena keterbatasan armada, baru sekitar setengah dari jumlah pendaftar yang dapat diberangkatkan. Panitia pun berharap pada tahun-tahun mendatang jumlah armada yang disediakan dapat ditambah agar semakin banyak perantau yang dapat pulang kampung secara gratis.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB