Bandung (BRS) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan penanganan terhadap seorang bayi yang diduga mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) telah dilakukan sesuai prosedur dan standar yang berlaku. Saat ini, kondisi bayi tersebut dilaporkan sudah membaik dan telah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan awal dari Puskesmas Padasuka terkait kondisi bayi yang sebelumnya menjalani imunisasi pada 6 April 2026. Laporan tersebut masuk pada 11 April 2026, ketika bayi mengalami sejumlah gejala yang memerlukan penanganan medis segera.
“Pada tanggal 11 April 2026, Puskesmas Padasuka menerima informasi bahwa bayi yang sebelumnya diimunisasi mengalami keluhan demam, ruam kulit, mata bengkak, serta kejang, sehingga harus mendapatkan penanganan di IGD,” ujar Sony.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Puskesmas Padasuka langsung melaporkan kejadian itu sebagai dugaan KIPI kepada Dinkes Kota Bandung. Langkah ini dilakukan agar proses penanganan dapat segera dilakukan secara terkoordinasi dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Sony memastikan, bayi tersebut langsung mendapatkan penanganan intensif di RS Santo Yusuf. Selama tiga hari menjalani perawatan, kondisi bayi terus dipantau oleh tenaga medis untuk memastikan respons terhadap penanganan berjalan baik.
“Selama tiga hari dirawat, bayi mendapatkan penanganan optimal dari tim medis. Pada 14 April 2026, bayi sudah diperbolehkan pulang dalam kondisi membaik,” jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Bandung juga menanggung seluruh biaya pengobatan bayi tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan keluarga pasien tidak terbebani secara finansial.
Dinkes Kota Bandung juga bergerak cepat melakukan langkah lanjutan dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Komisi Daerah KIPI Jawa Barat, serta Kementerian Kesehatan RI. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut secara ilmiah.
“Penanganan kami lakukan sesuai SOP, sekaligus melakukan koordinasi lintas instansi agar investigasi berjalan komprehensif dan transparan,” ungkap Sony.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan terhadap program imunisasi. Menurutnya, setiap laporan KIPI akan ditangani secara serius dan profesional untuk menjamin keamanan layanan kesehatan.
“Imunisasi tetap sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Setiap kejadian akan kami evaluasi secara menyeluruh,” pungkasnya.






