Cililin (BRS) – Ancaman bencana alam dan buruknya sanitasi lingkungan menjadi tantangan serius bagi ketahanan kesehatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, PT Bio Farma (Persero) mengambil langkah proaktif dengan menyasar generasi muda di wilayah Kabupaten Bandung Barat melalui program Bio Farma Mengajar. Edukasi tersebut digelar di SMK Surya Pertiwi dan SMPN 3 Cililin, Rabu (29/4/2026) lalu.
Edukasi yang dihadirkan bukan sekadar sosialisasi rutin. Di mana Bio Farma mendorong tajamnya literasi kesehatan yang berbasis pada kesiapsiagaan bencana dan manajemen limbah. Fokusnya jelas: membangun resiliensi siswa agar mampu memitigasi risiko kesehatan yang timbul pascabencana.
Kepala Departemen TJSL Bio Farma, Guruh Susanto, menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca data, melainkan mengubah perilaku. Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada seberapa sigap individu merespons gangguan lingkungan di sekitarnya.
”Edukasi sejak dini merupakan kunci membangun perilaku yang lebih siap dan bertanggung jawab. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan sampah adalah fondasi utama kesehatan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Guruh Susanto.

Mitigasi Risiko dan Sanitasi Lingkungan
Dalam sesi teknis, para ahli dari Departemen HSE & Biorisiko Bio Farma membedah materi tanggap darurat secara mendalam. Siswa tidak hanya diajarkan cara menyelamatkan diri, tetapi juga bagaimana menjaga standar higienitas saat situasi darurat, sebuah aspek krusial dalam literasi kesehatan untuk mencegah wabah penyakit di lokasi pengungsian.
Selain itu, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi sorotan utama. Sampah yang tidak terkelola menjadi sumber penyakit dan pemicu bencana banjir. Dengan memberikan pemahaman pemilahan sampah dari sumbernya, Bio Farma berupaya memutus rantai masalah kesehatan lingkungan yang sering mengintai kawasan padat penduduk.
Komitmen Ekosistem Danantara
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma memosisikan diri sebagai penggerak ketahanan kesehatan nasional. Program ini menjadi bukti bahwa peran BUMN life science tidak hanya terbatas pada produksi vaksin, tetapi juga mencakup perlindungan masyarakat melalui edukasi preventif.
Melalui sinergi lintas fungsi, Bio Farma berharap para pelajar di Cililin mampu menjadi agen perubahan (agent of change). Mereka diharapkan membawa pulang pengetahuan ini ke keluarga masing-masing, menciptakan komunitas yang lebih tangguh, bersih, dan melek terhadap risiko kesehatan lingkungan.
Inisiatif Bio Farma Mengajar ini menjadi refleksi nyata bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat. Dengan generasi muda yang tanggap bencana dan peduli sanitasi, masa depan ketahanan kesehatan Indonesia akan memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh dan berkelanjutan.






