Jawa Barat Jadi Pusat Investasi, Serap 300 Ribu Tenaga Kerja Baru

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional melalui strategi investasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp218,2 triliun, atau sekitar 15,2 persen dari total nasional, menjadikan Jabar sebagai provinsi dengan investasi terbesar di Indonesia.

Namun, bagi Pemprov Jabar, angka besar tersebut bukan sekadar catatan statistik. Di baliknya, terdapat dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selama Januari–September 2025, investasi yang masuk telah menyerap 303.469 tenaga kerja baru, meningkat 4,45 persen dibandingkan tahun lalu. Dari total itu, 175.385 orang bekerja di proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 128.084 orang di proyek Penanaman Modal Asing (PMA).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Dedi Taufik, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil dari kombinasi antara peningkatan pelayanan investasi, kepastian hukum, dan infrastruktur penunjang yang semakin matang.

“Kami tidak hanya mengejar besarannya, tetapi juga kualitas investasi. Fokusnya adalah menghadirkan investasi yang berdampak pada penciptaan kerja, penguatan industri lokal, serta pengembangan teknologi hijau dan digital,” ujar Dedi di Bandung, Jumat akhir pekan lalu.

Salah satu contoh investasi berkualitas tinggi adalah masuknya perusahaan kendaraan listrik BYD di Kabupaten Subang, yang telah menyerap lebih dari 4.500 tenaga kerja terampil bersertifikat. Kehadiran pabrikan otomotif berbasis energi bersih ini menjadi penanda pergeseran arah investasi Jawa Barat menuju ekonomi hijau dan industri masa depan.

Selain itu, pengembangan kawasan industri strategis seperti Rebana Metropolitan, Bekasi, dan Bandung Raya terus dipacu untuk menarik investor global. Ketiga kawasan ini dirancang dengan konsep smart and green industrial area, memadukan efisiensi energi, digitalisasi proses produksi, serta konektivitas transportasi dan logistik modern.

Untuk mendukung kemudahan berusaha, Pemprov Jabar juga meluncurkan berbagai inovasi digital, salah satunya sistem KUJANG (Kumpulan Layanan Perizinan Jawa Barat Terintegrasi). Platform ini memungkinkan pelaku usaha mengurus seluruh perizinan secara daring, cepat, dan transparan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami ingin memastikan bahwa berinvestasi di Jabar itu mudah, aman, dan menguntungkan. Sistem digital ini akan memangkas birokrasi dan memperkuat kepercayaan investor terhadap tata kelola pemerintahan,” tambah Dedi.

Dengan capaian yang konsisten, Jawa Barat kini dipandang sebagai lokomotif utama investasi nasional, sekaligus model daerah dengan tata kelola investasi berbasis keberlanjutan. Pemprov Jabar menargetkan peningkatan investasi hingga akhir tahun, seiring dengan rencana masuknya beberapa proyek strategis baru di bidang energi terbarukan, farmasi, dan teknologi informasi.

“Investasi yang baik adalah yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, setiap proyek yang masuk harus membawa multiplier effect terhadap ekonomi lokal dan kesejahteraan warga,” tutup Dedi.

Dengan pendekatan yang mengedepankan inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan, Jawa Barat bukan hanya menjadi destinasi investasi terbesar, tetapi juga pelopor transformasi ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB