Mengelola Sampah Tidak Cukup Sampai Bayar Retribusi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – “Tak cukup sampai bayar retribusi, tapi sampah jadi tanggung jawab besama,”, demikian disampaikan Walikota Bandung Muhammad Farhan, akhir pekan lalu.

Menurutnya persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pengangkutan dan pembayaran retribusi, tapi butuh tanggung jawab bersama.

Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung berstatus sebagai kota binaan Pemerintah Pusat dalam penanganan sampah, dan sejak 14 Januari lalu, Bandung ditetapkan dalam kondisi darurat sampah dan berada di bawah pengawasan langsung pemerintah pusat.

“Kota Bandung ini kota binaan. Artinya kita diawasi langsung. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan? Apakah kita sungguh-sungguh melihat sampah sebagai masalah bersama?” kata Farhan.

Ia menyatakan, sampah tidak boleh dianggap selesai hanya karena telah diangkut dari depan rumah. Keluhan warga soal sampah dapur dan lingkungan, menurutnya, menjadi bukti persoalan ini nyata dan masih dirasakan masyarakat.

“Berapapun yang kita bayar untuk menghilangkan sampah dari pandangan mata kita, itu tidak menghilangkan tanggung jawab sosial kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung menghadirkan program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Namun Gaslah bukan solusi teknis untuk mengurai seluruh volume sampah kota. Program tersebut dirancang untuk membangkitkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.

Ia menilai, kunci penyelesaian persoalan sampah adalah perubahan pola pikir warga.

Farhan juga menekankan pentingnya peran ajaran agama dalam membentuk perilaku. Persoalan sampah akan disosialisasikan bersama Majelis Ulama Indonesia di berbagai tingkatan. Para kiai, dai, marbot, dan pengurus masjid diharapkan ikut menyuarakan perubahan perilaku melalui pendekatan keagamaan.

“Sampah tidak selesai karena kita mampu membayar biaya angkut. Sampah selesai ketika kita mengubah pola pikir dari sekadar membayar agar hilang dari pandangan, menjadi bertanggung jawab sejak dari rumah,” tegasnya.

Ia pun mengajak masjid menjadi titik awal gerakan kebersihan. Tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga bersih dalam perilaku pengelolaan sampah.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB