Angkot hingga Andong di Jalur Mudik Jabar Diliburkan, Sopir Dapat Uang Saku

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Kepadatan arus mudik di sejumlah titik rawan Jawa Barat (Jabar) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan perkotaan dan jalur arteri di Garut, Cirebon, Tasikmalaya, hingga Kuningan kerap dipadati angkutan kota, delman/andong, dan becak yang beroperasi di jalur utama.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan, pada momentum Idulfitri 1447 H/2026, pola penanganan akan dibuat lebih tegas. Pemprov Jabar akan meliburkan sementara angkot, becak, dan andong yang biasa beroperasi di jalur mudik, khususnya di titik-titik yang selama ini menjadi simpul kepadatan.

Kebijakan itu disampaikan Gubernur usai menghadiri buka puasa bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian di Mapolda Jabar, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk meringankan beban pengamanan aparat serta meminimalisir potensi penyumbatan arus kendaraan pemudik yang melintas menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong, dan sejenisnya akan diliburkan menjelang dan setelah Idulfitri. Kami tidak ingin kepolisian bekerja terlalu berat karena hambatan-hambatan di jalur,” ucap Gubernur Dedi Mulyadi.

Titik Rawan Kepadatan

Beberapa wilayah seperti Garut dan Tasikmalaya kerap mengalami perlambatan akibat pertemuan kendaraan pemudik dengan angkutan lokal di pusat kota. Di Cirebon dan Kuningan, aktivitas becak dan andong di jalur arteri juga sering mempersempit ruang gerak kendaraan besar, terutama pada puncak arus mudik dan balik.

Pemprov Jabar menilai, tanpa pengaturan khusus, percampuran kendaraan jarak jauh dengan angkutan tradisional berpotensi memicu kemacetan panjang, bahkan risiko kecelakaan.

Kompensasi Satu Pekan

Sebagai bentuk antisipasi sosial, para pengemudi yang diliburkan selama kurang lebih satu pekan akan menerima kompensasi uang saku dari Pemprov Jabar. Skema ini disiapkan agar kebijakan peliburan tidak menimbulkan gejolak ekonomi bagi para sopir angkot maupun pengemudi becak dan andong.

“Kita beri uang saku supaya mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga selama tidak beroperasi,” kata Gubernur

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan arus mudik yang lebih lancar dan aman, sekaligus menjaga stabilitas sosial di daerah-daerah yang menjadi lintasan utama pemudik. Dengan pengaturan tersebut, Jawa Barat ditargetkan tidak lagi menjadi titik penyumbat, melainkan koridor yang nyaman dilalui jutaan warga yang bergerak ke arah timur Pulau Jawa.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB