DPR Minta Program Makan Bergizi Gratis Dikawal Ketat

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dinilai membutuhkan pengawasan serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menegaskan pentingnya pengawasan bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat, untuk memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Rajiv saat menghadiri sosialisasi program MBG bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Saung Soreang, Desa Pamekaran, Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala KPPG Cirebon Yulian Septa Pratama, Kepala Desa Panyirapan Dadang Sihabudin Latip, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

 

Menurut Rajiv, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar dijaga agar tidak melenceng dari tujuan awal.

Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat. Dengan begitu, potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program dapat diminimalkan.

“Program ini sangat baik, tetapi harus dikawal bersama. Masyarakat juga perlu ikut mengawasi agar pelaksanaannya tepat sasaran,” tegas Rajiv.

Rajiv juga meminta agar penggunaan anggaran dalam program tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel. Mengingat program ini menggunakan dana negara, ia menilai setiap tahapan pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

Selain pengawasan anggaran, kualitas bahan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat juga menjadi perhatian. Menurutnya, standar gizi dan mutu bahan pangan harus dijaga agar program tersebut benar-benar mampu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Bahan makanan yang disalurkan harus memenuhi standar gizi yang baik. Jangan sampai programnya ada, tetapi kualitas makanannya tidak terjaga,” katanya.

Rajiv juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat pemerintah setempat jika menemukan pelaksanaan program yang tidak sesuai aturan. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar program MBG terus diperbaiki ke depannya.

Dengan pengawasan yang kuat serta kualitas pangan yang terjaga, ia berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB