Waspada Campak Saat Arus Mudik Lebaran, Dinkes Jabar Ingatkan Pentingnya Imunisasi Anak

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: depositphotos

 

Bandung (BRS) – Arus mudik Idulfitri 2026 yang melibatkan mobilitas jutaan orang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular, termasuk campak.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi campak lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik.

Data Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat, sepanjang 2025 terdapat 1.785 kasus campak di Jabar, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 271 kasus. Sementara itu, pada periode Januari hingga Februari 2026 telah terlapor 252 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani mengatakan, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi melalui percikan batuk atau bersin penderita, kontak langsung dengan pasien, hingga menyentuh benda yang terkontaminasi virus.

“Dari satu penderita campak bisa menularkan kepada 12 hingga 18 orang lainnya. Sementara saat Idulfitri terjadi mobilitas masyarakat yang sangat besar dan banyak pertemuan antarkeluarga, sehingga risiko penularan meningkat,” ujar Vini, Rabu (11/3/2026).

Untuk menekan potensi penularan selama musim mudik, masyarakat diminta memastikan anak usia 9–59 bulan telah menerima imunisasi campak hingga dosis kedua sebelum melakukan perjalanan.

Saat ini, sejumlah wilayah di Jawa Barat juga tengah melaksanakan Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar serempak guna meningkatkan cakupan vaksinasi dan mencegah penyebaran campak. Program ini memprioritaskan anak-anak usia 9–59 bulan.

Orang tua yang ingin mengimunisasi anak dapat mengakses layanan di berbagai fasilitas, seperti posyandu, puskesmas, satuan pendidikan PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik yang disediakan pemerintah.

Selain imunisasi, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan masker ketika sedang sakit.

Apabila muncul gejala campak, seperti demam disertai ruam pada kulit, warga dianjurkan segera melakukan langkah pencegahan dengan menjaga kebersihan, memakai masker, serta melakukan isolasi mandiri guna mencegah penularan lebih luas.

Berita Terkait

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027
1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global
Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:11 WIB

Jogging di Gasibu Dihentikan Sementara, Kawasan Ditata Hingga Awal 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:10 WIB

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

1.280 Lulusan Jabar Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Senin, 31 Agu 2026 - 13:10 WIB