Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (BRS) – PT Len Industri (Persero) makin serius dorong hilirisasi industri nasional. Bukan cuma jual bahan baku, Len ingin mineral Indonesia diolah jadi material maju yang bisa dipakai untuk produk teknologi bernilai tinggi.

Komitmen itu ditegaskan Len lewat partisipasinya di Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang digelar di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, 9–10 Juli 2026. Di forum itu Len juga menandatangani Nota Kesepahaman bersama MIND ID, Krakatau Steel, dan PERMINAS.

Forum ini mempertemukan kementerian, BUMN, industri, akademisi, dan lembaga riset. Tujuannya satu: membangun ekosistem advanced materials nasional agar hilirisasi mineral tidak mentok di bahan setengah jadi, tapi naik kelas jadi produk teknologi.

Sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, Len datang bukan hanya bicara. Perusahaan memamerkan hasil nyata penerapan advanced materials di berbagai produk strategis. Ada Combat Management System, Radar Multimission, Ground Control Station & AUTACS, Night Vision Goggle, Laser Point, sampai kendaraan taktis listrik SPRINT.

Produk-produk itu bukti bahwa material hasil hilirisasi dapat diwujudkan menjadi sistem teknologi untuk pertahanan, keamanan, hingga kebutuhan sipil.

Direktur Utama PT Len Industri Prof. Joga Dharma Setiawan, menjadi pembicara di sesi dialog. Ia menegaskan, keberhasilan hilirisasi harus dilihat dari produk akhirnya.

“Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan mineral tersebut tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu diolah menjadi material maju yang melahirkan produk-produk teknologi bernilai tinggi,” kata Prof. Joga.

“Di sinilah kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi kunci untuk membangun ekosistem advanced materials yang kuat dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Prof. Joga menjelaskan, bersama anggota DEFEND ID lain seperti PTDI, Pindad, PAL, dan Dahana, Len terus mengembangkan teknologi di bidang elektronika, komunikasi, radar, energi, transportasi, kemaritiman, dan transformasi digital. Banyak di antaranya teknologi dual-use, dapat digunakan untuk militer dan sipil.

Ia juga menekankan ekosistem advanced materials harus dibangun utuh. Mulai dari pengelolaan mineral, pengembangan material, riset, sampai manufaktur produk berteknologi tinggi.

Langkah konkretnya ditandai penandatanganan MoU Kerja Sama Advanced Materials untuk hilirisasi mineral kritis antara MIND ID, Len, Krakatau Steel, dan PERMINAS. Penandatanganan disaksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Wakil Kepala II BP BUMN Tedi Bharata, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Melalui kerja sama ini, keempat BUMN sepakat bersinergi dari hulu ke hilir. Mulai manfaatkan potensi sumber daya dalam negeri, kembangkan riset, sampai memperkuat rantai nilai industri.

Dengan peran aktif di forum ini, Len menegaskan posisinya sebagai penggerak ekosistem advanced materials nasional. Harapannya, hilirisasi mineral Indonesia bisa melahirkan lebih banyak inovasi dan produk teknologi strategis, sehingga industri dalam negeri makin mandiri dan berdaya saing global.

Berita Terkait

Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner
Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur
TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari
Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu
Bio Farma Gerakkan Sumber Daya Kesehatan Untuk Korban Gempa NTT
KAI Bidik 1,4 Miliar Pelanggan, Bisnis Non-Tiket Diperluas Menuju 2045
Reaktivasi Husein Sastranegara Jadi Pengungkit Investasi Bandung
Bantuan BNPB Tiba di Pulau Palue, Warga Terdampak Gempa Mulai Diperkuat

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:02 WIB

TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Bidik 1,4 Miliar Pelanggan, Bisnis Non-Tiket Diperluas Menuju 2045

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:04 WIB

BERITA UTAMA

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur

Senin, 24 Agu 2026 - 13:03 WIB

BERITA UTAMA

TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:02 WIB

BERITA UTAMA

Farhan Pastikan BRT Selesai Tepat Waktu

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:01 WIB